Pemprov Kalsel

Ekspor Perikanan Kalsel Mulai Menggeliat, Malaysia Jadi Pasar Potensial

Peluang ekspor komoditas non-tambang dari Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif.

Featured-Image
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, berbicara tentang komoditas ekspor non tambang. Foto: Media Center Kalsel

bakabar.com, BANJARBARU - Peluang ekspor komoditas non tambang dari Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif.

Pemerintah daerah pun mulai mendorong pelaku usaha memanfaatkan pasar internasional, khususnya untuk produk perikanan segar yang memiliki permintaan tinggi di negara tetangga.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menjelaskan sejumlah komoditas unggulan lain yang berpotensi menembus pasar ekspor.

Menurutnya, setidaknya terdapat sekitar tujuh komoditas ekspor non-tambang yang berasal dari pelaku usaha maupun UMKM di Kalimantan Selatan.

“Kalsel memiliki beberapa komoditas ekspor selain sektor tambang. Totalnya sekitar tujuh komoditas, termasuk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan UMKM,” beber Bagiawan, Jumat (6/3).

Salah satu sektor yang kini dinilai memiliki potensi besar adalah produk perikanan segar, seperti ikan, udang, kepiting hingga cumi-cumi. Komoditas tersebut mulai dipasarkan ke luar negeri, terutama ke Malaysia.

Peluang ekspor ini semakin terbuka dengan adanya penerbangan langsung dari Kalimantan Selatan menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Akses transportasi udara yang lebih cepat dinilai sangat mendukung pengiriman produk perikanan segar yang membutuhkan waktu distribusi singkat agar kualitas tetap terjaga.

Selain faktor akses transportasi, perbedaan harga antara pasar lokal dan luar negeri juga menjadi peluang ekonomi yang cukup menarik bagi pelaku usaha di daerah.

Bagiawan mencontohkan komoditas belut yang memiliki selisih harga cukup signifikan antara pasar lokal dan Malaysia.

“Contohnya belut, di sini harganya sekitar Rp50 ribu per kilogram, sementara di Malaysia bisa mencapai sekitar 50 ringgit per kilogram,” jelasnya.

Jika dikonversikan ke rupiah, nilai jual tersebut bisa mencapai sekitar empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.

“Kalau dikonversikan nilainya bisa sekitar empat kali lipat, sehingga ini menjadi peluang yang cukup besar bagi pelaku usaha,” tambahnya.

Saat ini, aktivitas ekspor komoditas perikanan dari Kalimantan Selatan mulai dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha yang melihat potensi keuntungan dari perdagangan lintas negara.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan memberikan dukungan dari sisi administrasi agar proses ekspor berjalan lancar.

“Kami dari Disdag membantu dari sisi administrasi seperti penerbitan dokumen ekspor, sementara pelaku usaha melihat peluang pasar dan menjalankan usahanya,” terangnya.

Dengan potensi pasar yang masih terbuka luas, pemerintah daerah berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani memanfaatkan peluang ekspor agar komoditas unggulan Kalimantan Selatan mampu bersaing di pasar internasional.

Editor


Comment
Banner
Banner