News

DSDABMBKPRKP Kotim Siagakan Armada Air Bersih dan Mobil Tanggap Darurat Hadapi Kemarau Panjang

Ancaman kekeringan dan karhutla yang mulai meningkat pada musim kemarau, DSDABMBKPRKP) Kotim yang telah menyiapkan armada pendukung untuk penanganan bencana.

Featured-Image
Mobil tangki air yang selalu disiagakan DSDABMBKPRKP Kotim, jika sewaktu-waktu dibutuhkan mensuplai pasokan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan dan kesuliatan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur. Rabu (22/7/2026). Foto: Bidang Bina Konstruksi

bakabar.com, SAMPIT - Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat pada musim kemarau membuat sejumlah instansi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, bersiap siaga. 

Salah satunya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim yang telah menyiapkan armada pendukung untuk penanganan bencana.

Kepala DSDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi, Rony Ilmiawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kendaraan tangki air bersih hingga armada yang dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan karhutla maupun memenuhi kebutuhan air masyarakat apabila terjadi kekeringan berkepanjangan.

“Armada sudah siap untuk mengantisipasi kekeringan dan mensuplai air bersih selama musim kemarau panjang ini,” ujar Rony. Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, DSDABMBKPRKP memiliki satu unit mobil tangki air yang dapat digunakan untuk distribusi air bersih kepada masyarakat. Selain itu, terdapat kendaraan operasional jenis Hilux yang telah disiapkan untuk mengangkut profil tank atau tangki portabel guna mendukung penanganan karhutla di lapangan.

Kesiapan armada tersebut menjadi bagian dari dukungan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana yang kerap muncul saat musim kemarau, terutama karhutla yang dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat.

Meski demikian, hingga saat ini DSDABMBKPRKP belum menerima permintaan resmi dari pihak kecamatan maupun instansi terkait untuk bantuan penyaluran air bersih atau dukungan penanganan karhutla.

“Kami menunggu permintaan dari pihak kecamatan maupun instansi yang berwenang dalam penanganan bencana. Sampai sekarang memang belum ada permintaan, tetapi kami selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegasnya.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, DSDABMBKPRKP berharap penanganan dampak kemarau di Kotim dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi apabila kondisi darurat terjadi.

Editor


Comment
Banner
Banner