bakabar.com, HSS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau 2026.
Penetapan itu ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang digelar di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, Rabu (22/7) pagi.
Apel dipimpin langsung Bupati HSS Syafrudin Noor dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodim 1003/HSS, Yonif TP 829/Bumi Antaludin, Polres HSS, DPRD HSS, Kejaksaan Negeri HSS, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, relawan, hingga barisan pemadam kebakaran.
Dalam kesempatan itu, Bupati Syafrudin Noor menegaskan bahwa status siaga darurat telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 100.3.3.2/246/KUM/2026 yang berlaku mulai 22 Juli hingga 23 Oktober 2026. Masa berlaku tersebut dapat diperpanjang, diperpendek, atau ditingkatkan menjadi status tanggap darurat sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
"Penetapan status siaga bukan berarti kita sedang menghadapi keadaan darurat yang tidak terkendali. Justru ini merupakan bentuk kewaspadaan agar kita lebih siap, lebih cepat bertindak, dan lebih kuat dalam mencegah terjadinya bencana," ujarnya.
Bupati HSS menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila langkah pencegahan tidak dilakukan sejak dini.
Karena itu, Bupati Syafrudin Noor menginstruksikan seluruh camat, lurah, kepala desa, perusahaan perkebunan, kelompok masyarakat peduli api, relawan, hingga barisan pemadam kebakaran untuk meningkatkan patroli, pemantauan wilayah rawan, serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
"Apabila ditemukan titik api ataupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin," tegasnya.
Bupati Syafrudin juga mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh unsur yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dunia usaha hingga masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan mencegah Karhutla hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pihak, bukan dengan bekerja sendiri-sendiri.
"Sinergi adalah kekuatan utama kita. Penetapan status siaga ini menjadi dasar bagi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam menghadapi potensi bencana," katanya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api dan meningkatkan kepedulian terhadap kawasan rawan kebakaran.
"Mari kita jaga hutan kita, lindungi lahan kita, dan menjaga udara yang bersih bagi anak cucu kita. Bersama-sama kita wujudkan Hulu Sungai Selatan yang tangguh, aman, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya.










