Ajudan Kapolda Tewas

DPR Minta Polri Perbaiki Perkap Soal Penggunaan Senjata

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyoroti kasus tewasnya ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara).

Featured-Image
Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul (foto:apahabar.com/dianfinka)

bakabar.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyoroti kasus tewasnya ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara).

Adapun pihaknya meminta Kapolri untuk merubah perkap soal pengguna senjata api (senpi).

"Maka kita akan bicara kepada pak Kapolri perkap nya harus diperbaiki, bahwa ada yang tidak perform gitu dalam bersenjata," kata Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Baca Juga: Penyebab Kematian Ajudan Kapolda Kaltara: Peluru Tembus ke Jantung

Lebih lanjut, Bambang Pacul juga masih menunggu kebenaran asumsi yang saat ini masih terus bergulir soal tertembaknya Brigpol Setyo Herlambang, di rumah dinasnya.

"Itu kalo dalam proses kita liat dulu apa, asumsinya hari ini, itu brigadir ini membersihkan senjatanya, terus melekat senjatanya mengenai dia, karena dia sendirian, ini kan asumsi hari ini, Kebenarannya seperti apa nanti kita tunggu," tandasnya.

Sebelumnya, Brigpol Setyo Herlambang, Ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) diduga tewas karena teledor saat membersihkan senjata api (senpi) miliknya. Ia ditemukan tewas bersimbah darah di rumah dinasnya.

Baca Juga: Polda Kaltara: Jenazah Ajudan HS Diautopsi di Semarang

Peristiwa nahas itui dibenarkan Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmat. Ia menuturkan bahwa Brigpol Setyo Herlambang merupakan anggota Banit 3 Subden 1 Den Gegana Satuan Brimob Polda Kaltara yang kini diperbantukan menjadi ajudan Kapolda Kaltara, Irjen Daniel Aditya Jaya.

"Pada hari Jumat, tanggal 22 September 2023, sekitar pukul 13.10 Wita, di rumah dinas dalam kamar, korban SH ditemukan bersimbah darah," ujar Budi kepada wartawan, Jumat (22/9).

Budi menjelaskan Brigpol Setyo diduga tertembak senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi HS178837. Hal ini merujuk pada temuan senjata api yang terletak persis di samping jenazah korban.

"Meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang akibat kelalaian senjata api," ungkapnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner