News

Distribusi Logistik Pemilu 2024 di CLU Tapin, 11 Desa Harus Dijangkau Pakai Kelotok

Belum memiliki infrastruktur jalan memadai, distribusi logistik Pemilu 2024 ke sejumlah desa di Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Tapin, harus menggunakan pera

Featured-Image
Distribusi logistik Pemilu 2024 di Kecamatan Candi Laras Utara menggunakan kelotok. Foto: Kecamatan CLU

bakabar.com, RANTAU - Belum memiliki infrastruktur jalan memadai, distribusi logistik Pemilu 2024 ke sejumlah desa di Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Tapin, harus menggunakan perahu bermesin atau kelotok.

Dari 13 desa, pendistribusian logistik ke 11 desa di antaranya harus dijangkau menggunakan kelotok.

Mulai dari Desa Batalas, Taluk Haur, Sungai Salai, Sungai Salai Hilir, Sungai Puting, Rawana, Rawana Hulu, Buas Buas, Buas Buas Hilir, Kaladan dan Sawaja.

"Paling jauh perjalanan ke Sawaja, karena harus ditempuh selama sekitar 2 jam menggunakan kelotok," ungkap Camat CLU, Mukhadi, Selasa (13/2).

"Sementara total TPS di CLU sebanyak 57. Paling banyak di Desa Keladan sejumlah 8 TPS. Memang rata-rata pendistribusian harus memakai kapal," imbuhnya.

Dalam proses pendistribusian di CLU, logistik Pemilu 2024 diawasi 26 personel Polri, 13 personel TNI dan 114 Linmas, selain PPK dan Panwaslu kecamatan. 

"Kami berharap pelaksanaan pendistribusian logistik  berjalan aman dan lancar sampai pencoblosan," harap Mukhadi.

Sementara Pamatwil Polres Tapin, AKP Agung Setiawan, menjelaskan bahwa pendistribusian logistik Pemilu 2024 di CLU menggunakan 5 unit kelotok.

"3 unit kelotok membawa logistik ke Desa Batalas, Teluk Haur, Rawana, Rawana Hulu, Buas-Buas, Buas-Buas Hilir dan Sawaja yang berada di hulu sungai," jelas Agung.

Kemudian 2 kelotok lain diarahkan ke desa-desa di hilir seperti Sungai Puting, Sungai Salai, Sungai Salai Hilir dan Keladan.

"Sisanya menggunakan transportasi darat seperti Desa Margasari Hilir dan Pariuk. Khusus jalur darat diberangkatkan lebih dulu," pungkas Agung.

Editor
Komentar
Banner
Banner