News

Disdik Minta Kemendikdasmen Bantu Sekolah Terdampak Banjir di Banjarmasin

Disdik Banjarmasin, mengatakan pendataan ini dilakukan atas permintaan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

Featured-Image
Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan pendataan ini dilakukan atas permintaan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Foto: Bahaudin Qusairi

bakabar.com, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mencatat puluhan sekolah terdampak banjir rob yang kembali melanda sejumlah wilayah.

Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan pendataan ini dilakukan atas permintaan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyaluran bantuan bagi sekolah-sekolah yang terdampak.

“Kerusakan sarana prasarana dan peralatan sekolah akibat banjir ini diminta untuk didata. Harapannya, data tersebut bisa menjadi dasar pemberian bantuan dari Kemendikdasmen,” ujar Ryan.

Selain sebagai bahan pengajuan bantuan, hasil pendataan ini juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Banjarmasin ke depan.

Terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di bantaran sungai atau memiliki sistem drainase yang kurang memadai.

“Sekolah yang berada di wilayah rawan banjir tentu menjadi perhatian khusus. Ini menjadi evaluasi kami untuk perbaikan ke depannya,” tandasnya.

Peninjauan yang dilakukan hari ini merupakan lanjutan dari pemantauan sehari sebelumnya. Jika sebelumnya Disdik memfokuskan peninjauan pada jenjang SMP, kali ini pemantauan lebih diarahkan ke sekolah dasar (SD).

“Kemarin kami pantau SMP, hari ini kami fokuskan ke SD untuk melihat langsung kondisi di lapangan saat banjir,” imbuhnya.

Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 26 SD dan 19 SMP terendam banjir. Sedangkan pendataan terhadap satuan pendidikan PAUD masih terus diperbarui.

Ia juga menjelaskan Kondisi banjir di masing-masing sekolah pun bervariasi, mulai dari genangan sedang, banjir cukup tinggi hingga air yang sudah memasuki ruang kelas.

Selain itu, terdapat pula sekolah yang mengalami genangan air dengan kondisi surut pasang dan lambat mengering.

“Kondisi banjir ini dinamis, datanya terus bergerak. Kami juga meminta para guru untuk mengisi Google Form terkait kondisi terkini sekolah mereka,” ungkap Ryan.

Ia menambahkan, sekolah-sekolah yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kecamatan Banjarmasin Selatan. Meski demikian, beberapa sekolah di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara juga terdampak, meski jumlahnya tidak sebanyak dua wilayah tersebut.

“Dua kecamatan itu memang paling terdampak, namun di wilayah lain tetap ada, hanya jumlahnya lebih sedikit,” pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner