Hot Borneo

Diduga Salah Paham, Paman dan Keponakan di Pekauman Banjarmasin Tega Bunuh Kerabat

Hanya karena permasalahan sepele, pembunuhan terjadi di Jalan 9 Oktober, Gang Jemaah II, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, Selasa (21/3).

Featured-Image
Pelaku Aman (duduk) saat diamankan di Polsek Banjarmasim Selatan. Foto: istimewa.

bakabar.com, BANJARMASIN - Pembunuhan terjadi di Jalan 9 Oktober, Gang Jemaah II, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, Selasa (21/3). Penyebabnya diduga karena masalah sepele. 

Korban bernama Arbaini (49). Sedangkan pelaku adalah Aman dan Randi. Ironisnya, ketiganya masih terhitung kerabat.

Istri korban, Diana, menuturkan peristiwa berdarah yang menewaskan suaminya itu diduga dilatari serangkaian kesalahpahaman antara dirinya dengan salah satu pelaku, Aman.

Aman diduga kesal karena menyangka Diana mengadukan kelakuannya ke mantan istri pelaku. Aman sendiri disebut Diana sebagai orang yang suka bikin onar. "Tadi pagi (sebelum kejadian), saya sempat diancam dengan keris," ceritanya.

Karena takut, Diana pun sempat berniat melaporkan perbuatan Aman ke Polsek Banjarmasin Selatan. Tapi, karena masih ada hubungan kerabat, polisi meminta Diana untuk bermediasi. "Khawatir kalau lapor-melapor, malah terjadi dendam dan berbuntut panjang," tuturnya.

Diana pun mengamini saran dari kepolisian. Dia lantas pulang sembari menunggu Bhabinkamtibmas setempat datang untuk membantunya menyelesaikan masalah tersebut.

Sembari menunggu petugas, Diana duduk di depan salah satu warung di sana. Dia mengobrol dengan anaknya, Erdin (21). Diana saat itu menasihati Erdin agar tidak terpengaruh pergaulan.

"Saya bilang ke anak saya, agar tidak ikut-ikutan mengkonsumsi obat-obatan terlarang," katanya.

Baca Juga: Geger! Warga Tapin Temukan Mayat di Semak Belukar

Tak disangka percakapan Diana dengan anaknya itu justru didengar oleh Aman.

Aman yang salah paham lantas naik pitam. "Ikam (kamu), menyambati (mengatai) aku kah?" Aman berteriak ke Diana.

"Saya tidak mengatai kamu. Saya menasihati anak saya," jawab Diana.

Singkat cerita, Aman kemudian berlalu dari tempat tersebut. "Dia kemudian kembali dengan keponakannya, Randi," terangnya.

Keduanya membawa senjata tajam. Diana lalu lari bersama anaknya. Mereka berlari ke rumah.

"Saya kurung anak saya dalam pagar. Takut kenapa-napa," ujarnya.

Baca Juga: Harga Sembako Merangkak Naik, Disdag Kalsel Ungkap Biang Keroknya

Mendengar keributan, Arbaini ke luar dari rumah. Sebelumnya, dia coba melerai. Namun pada satu momen, Arbaini berucap, "Kalau seperti ini, biar saya saja yang mati."

Sejurus itu, kedua pelaku langsung mengejar korban. Hanya dalam hitungan detik, beberapa tebasan bersarang di tubuhnya. "Saya dan warga lain tak berani mendekat," sesal Diana.

Mengalami sejumlah luka, Arbaini tewas di tempat dengan berlumuran darah. Jasadnya, dibawa ke instalasi jenazah Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Kedua Pelaku Ditangkap

Belum 24 jam, kedua pelaku, Aman dan Randi, berhasil diringkus oleh jajaran Polsek Banjarmasin Selatan.

"Pelaku Aman sudah di polsek. Sedang Randi masih dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia," kata Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Eka Supriyatna.

Baca Juga: Penyalahgunaan Obat Keras Marak di Banjarmasin, Polda Kalsel Sita 10 Ribu Pil

Kendati demikian, Eka belum merincikan lokasi penangkapan kedua pelaku serta penyebab Randi dirawat di rumah sakit.

Dia juga belum berani memastikan perihal kronologis dan motif kedua pelaku sampai tega membunuh kerabatnya itu.

"Kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner