Peristiwa & Hukum

Berantas Narkoba di Banua, Ditresnarkoba Polda Kalsel Luncurkan 'Berdasi'

Ditresnarkoba Polda Kalsel, baru saja meluncurkan sebuah aplikasi. Diberi nama ‘Berdasi’. Singkatan dari Bekerja Dengan Data Terintegrasi, Rabu (22/11).

Featured-Image
Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya secara resmi meluncur aplikasi Berdasi, Rabu (22/11). Foto-apahabar.com/ Syahbani

bakabar.com, BANJARMASIN - Polisi dari satuan reserse narkoba di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) kini dapat bekerja dengan lebih mudah. 

Mereka tak perlu repot-repot lagi mencari data dari hasil pengungkapan kasus narkoba yang terjadi di wilayah Kalsel sebelumnya.

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalsel, baru saja meluncurkan sebuah aplikasi. Diberi nama ‘Berdasi’. Singkatan dari bekerja dengan data terintegrasi, Rabu (22/11/2023).

Dalam aplikasi tersebut semua data kasus khususnya hasil pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkoba dikumpulkan.

Tujuannya tak lain agar data-data mudah tidak tercecer. Serta dapat terintegrasi guna mendukung proses pengungkapan kasus.

“Ini juga membantu untuk proses pengembangan,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya usai peluncuran.

“Salah satunya data base Fredy Pratama. Jadi tindak pidana narkoba di Polda Kalsel ini dapat terus kita update,” lanjutnya.

Aplikasi Berdasi
Aplikasi Berdasi

Dijelaskan Kombes Kelana, bahwa data-data kasus yang masuk dalam aplikasi tersebut terhitung dari hasil pengungkapan enam tahun lalu. 

Di mana data tersebut saat ini sudah dapat diakses setiap anggota dari satuan reserse narkoba.

“Jadi memang hanya untuk internal. Saya mengimbau kepada seluruh kasat narkoba di wilayah Polda Kalsel bisa memanfaatkan aplikasi Berdasi ini untuk mempermudah pengungkapan kasus,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan Kombes Kelana, diluncurkan aplikasi ini juga sebagai salah satu bentuk komitmen Ditresnarkoba Polda Kalsel dalam upaya pemberantasan narkoba di Banua.

Sementara itu, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKBP Zainal Arifin selaku penggagas aplikasi Berdasi mengungkapkan, perlu waktu dua bulan untuk membuat aplikasi tersebut.

Zainal menjelaskan, aplikasi ini sengaja dibuat dengan tujuan selain mengumpulkan data-data juga diharapkan dapat membantu dalam proses penyelidik dan penyidik. 

Di mana aplikasi ini juga dapat digunakan untuk proses profiling, mapping, analisa data dan pengembangan jaringan narkoba secara cepat dan tepat.

“Semoga ini bisa bermanfaat untuk mendukung kinerja Polri dalam memberantas peredaran narkoba khusus di Kalsel,” pungkasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner