bakabar.com, PALANGKA RAYA – Upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya terus dilakukan. DPRD setempat melakukan studi banding ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin untuk mempelajari model pengelolaan sampah yang dinilai lebih efektif dan partisipatif.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, pada Selasa (10/3/2026).
“Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Nenie, studi banding ini bertujuan menggali referensi serta inovasi yang dapat diterapkan di Palangka Raya guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
Ia menilai, dengan jumlah penduduk yang besar, Kota Banjarmasin menghadapi tantangan volume sampah harian yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang terintegrasi serta dukungan aktif masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong partisipasi warga melalui penyediaan depo sampah di berbagai titik.
“Pemerintah setempat melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah, salah satunya melalui penyediaan depo sampah di berbagai lokasi,” katanya, yang dilansir wartakalteng.com.
Melalui sistem tersebut, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, baik organik maupun anorganik, sehingga proses pengolahan menjadi lebih mudah dan efisien.
Di sisi lain, Nenie menilai pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya saat ini telah berjalan cukup baik, didukung dengan ketersediaan lebih dari 20 depo sampah.
Namun, ia menegaskan masih diperlukan penguatan sistem, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan efisiensi pengelolaan.
Hasil kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pengembangan sistem pengelolaan sampah di Palangka Raya ke depan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memperoleh masukan dan inovasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Palangka Raya,” pungkasnya.(*)










