Bayi Tertukar

Bayi Tertukar Setahun di RS Bogor, Polisi Selidiki

Bayi yang dilahirkan ibu di Bogor tertukar selama setahun. Kasus ini sedang diselidiki pihak kepolisian.

Featured-Image
Ilustrasi bayi tertukar di Bogor (Foto-Net)

bakabar.com, BOGOR - Malang nian nasib seorang ibu di Bogor. Bayi yang dilahirkannya tertukar dengan bayi pasangan lain di rumah sakit yang sama. Bayi itu tertukar setahun lalu dan kasus ini baru diselidiki pihak kepolisian.

Peristiwa bayi tertukar dialami oleh Ibu bernama Siti Maulah asal Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Dia mengaku bayinya itu tertukar sejak 18 Juli 2022 di rumah sakit (RS).

Saat itu, Siti Mauliah melahirjan secara caesar di rumah sakit. Saat lahir, dia langsung menyusui anaknya.

"Ketika hari keduanya dikasih bayi lagi, sudah merasa aneh karena secara psikologis mungkin merasa beda pas nyusui di hari kedua," kata pengacara Siti, Rusdy Ridho, Jumat (11/8).

Baca Juga: Kekeringan Melanda Bogor, 35 Ribu Warga Krisis Air Bersih

Keanehan itu pun disampaikan Siti kepada perawat di rumah sakit. Saat itu perawat hanya memnyampaikan bahwa bayi itu benar anak Siti, hanya gelangnya saja tertukar.

"Suster tidak menyebut bahwa bayinya tertukar, hanya gelangnya saja yang tertukar," jelas Rusdy.

Setelah kejadian itu, pihak rumah sakit tidak mengambil tindakan lagi. Bahkan hingga setahun lamanya.

Karenanya, Siti memutuskan untuk melakukan tes DNA. Hasilnya, bayi yang dibawanya pulang dari rumah sakit terbukti bukan anak kandungnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Bogor Minta Pemkab Atasi Kekeringan Secara Menyeluruh

Kemudian, Siti langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan hal itu kepada Unit PPA Satreskrim Polres Bogor. Terlebih, pihak rumah sakit tak kunjung bertanggung jawab. 

"Sekarang kita menunggu penyelidikan dari Unit PPA. Pasti kita akan menggugat secara perdata atas kerugian yang sudah dialami klien kami," tambah dia.

Sementara itu, Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana mengatakan pihaknya sudah menerima laporan itu. Peristiwa itu kini tengah dalam penyelidikan.

"Surat baru masuk diterima PPA. Masih dalam proses penyelidikan serta pendalaman," ujar Desi.

Pihak rumah kemudian angkat bicara dan membantah bahwa  pihaknya hanya diam saat mendapatkan kabar tersebut. Pihak rumah sakit mengaku langsung berinisiatif memanggil Ibu Siti untuk memeriksa dokumen dan lainnya.

Manajemen rumah sakit juga mengaku telah mengambil alih kasus ini sejak Mei 2023. Setelah itu, Siti dan anak yang dibawanya langsung tes DNA.

"Jadi saya bantah kalau rumah sakit dianggap mendiamkan, tidak ada itu," kata Legal Rumah Sakit Sentosa Bogor, Gregg Djako.

Editor


Komentar
Banner
Banner