bakabar.com, BANJARMASIN - Bank Kalsel menutup 2025 dengan kinerja solid di tengah tantangan ekonomi global. Aset, dana pihak ketiga, hingga laba konsolidasi mencatatkan pertumbuhan dua digit.
Pada Senin (22/12/2025) lalu, Bank Kalsel memaparkan capaian kinerja 2025 sekaligus outlook bisnis 2026 dalam press conference di Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin.
Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menyebut tahun 2025 diwarnai pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5 persen dengan berbagai tekanan global.
Namun, Bank Kalsel dinilai mampu menjaga performa bisnis secara positif dan berkelanjutan.
“Di tengah kondisi global yang penuh kehati-hatian, Bank Kalsel tetap fokus menjaga stabilitas dan kepercayaan nasabah,” ujar Fachrudin.
Hingga November 2025, aset Bank Kalsel tercatat mencapai Rp33,43 triliun atau tumbuh 10,28 persen secara tahunan.
Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,98 persen menjadi Rp26,78 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tercatat Rp14,47 triliun.
Kinerja tersebut mendorong laba konsolidasi Bank Kalsel mencapai Rp440,54 miliar atau tumbuh 24,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini dinilai mampu menopang kesiapan layanan perbankan hingga akhir tahun sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Komisaris Utama Non-Independen Bank Kalsel Subhan Nor Yaumil mengungkapkan penyaluran kredit dan pembiayaan mengalami kontraksi 2,79 persen (year on year).
Menurutnya, kondisi ini menjadi evaluasi penting bagi bank untuk memperkuat prinsip kehati-hatian.
“Pada 2026, pertumbuhan kredit diharapkan lebih baik dengan tetap mengedepankan kehati-hatian dan pengawasan,” kata Subhan.
Press conference tersebut turut dihadiri jajaran komisaris dan direksi Bank Kalsel sebagai bentuk komitmen keterbukaan informasi kepada publik dan media.









