Bank Kalsel

OJK Restui Bank Kalsel Jadi Bank Devisa

Bank Kalsel resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi sebagai bank devisa, membuka peluang besar pengembangan layanan transaksi

Featured-Image
Gedung Bank Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Foto-dok

bakabar.com, BANJARMASIN - Bank Kalsel resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi sebagai bank devisa, membuka peluang besar pengembangan layanan transaksi internasional dan pengelolaan devisa di Kalimantan Selatan.

Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo mengungkapkan, izin operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa telah diterbitkan pada 31 Desember 2025.

“OJK telah mengeluarkan izin Bank Kalsel untuk beroperasi sebagai bank devisa. Selanjutnya, Bank Kalsel diminta mempersiapkan seluruh aspek agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan risiko baru,” ujar Agus Maiyo.

Menurutnya, OJK memberikan waktu persiapan selama tiga hingga enam bulan sebelum layanan devisa dijalankan secara penuh.
Namun, OJK berharap Bank Kalsel dapat menyelesaikan persiapan lebih cepat seiring besarnya potensi transaksi devisa di Kalsel.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, sudah ada pelaku usaha dan industri di Kalsel yang siap memanfaatkan layanan devisa Bank Kalsel,” katanya.

Agus Maiyo menambahkan, potensi transaksi devisa yang dapat dikelola Bank Kalsel sangat besar.

Dari hasil kajian yang dilakukan, nilai transaksi devisa diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp400 triliun.

Potensi tersebut semakin terbuka dengan adanya kebijakan pemerintah terkait devisa hasil sumber daya alam, di mana hasil ekspor wajib dikelola dan ditahan sesuai ketentuan.
Kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan Bank Kalsel melalui pengembangan produk perbankan, seperti pembiayaan berbasis devisa dan skema back to back loan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menyebut, status bank devisa memberikan banyak keuntungan, antara lain memfasilitasi perdagangan internasional melalui layanan valuta asing, letter of credit (L/C), serta transfer lintas negara.

Selain itu, Bank Kalsel juga berpeluang menarik investasi, mendukung stabilitas nilai tukar, serta memperkuat peran daerah dalam pembiayaan sektor strategis.

“Sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam besar, status bank devisa tentu sangat menguntungkan bagi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner