bakabar.com, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas transaksi perbankan masyarakat diperkirakan meningkat. Bank Kalsel pun mengingatkan nasabah untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap muncul di momen tersebut.
Beberapa modus yang sering terjadi antara lain phishing melalui tautan palsu, penipuan undian berhadiah, hingga permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menegaskan, pihak bank tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial.
“Bank tidak pernah meminta informasi rahasia tersebut kepada nasabah. Jika ada pihak yang mengatasnamakan bank dan meminta data pribadi, masyarakat harus segera waspada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan transaksi menjelang Lebaran, mulai dari kesiapan operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, hingga memastikan ketersediaan likuiditas.
“Kami memahami aktivitas transaksi biasanya meningkat menjelang Idulfitri. Karena itu kami memastikan seluruh layanan siap agar masyarakat bisa bertransaksi dengan aman, nyaman, dan lancar selama Ramadan hingga libur Lebaran,” katanya.
Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat menerima pesan atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga perbankan.
Melalui langkah tersebut, Bank Kalsel berkomitmen memberikan layanan perbankan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat sekaligus menjaga kelancaran transaksi selama periode Ramadan dan Lebaran.









