bakabar.com, BANJARMASIN - Bank Kalsel menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target bisnis dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026-2028.
Tiga fokus utama menjadi prioritas guna memperkuat kinerja perusahaan di tengah dinamika industri perbankan.
Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menyebutkan, strategi utama yang ditempuh meliputi optimalisasi penerimaan pendapatan, menjaga efisiensi operasional, serta memperbaiki kualitas kredit.
Selain itu, Bank Kalsel juga menyiapkan lima strategi pendukung untuk memperkuat pencapaian target bisnis.
Strategi tersebut antara lain memperkuat daya saing layanan dan produk, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat kemampuan teknologi informasi dan digital banking, mengimplementasikan layanan bank devisa, serta meningkatkan partisipasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, Bank Kalsel juga tengah mempersiapkan diri menjadi Bank Devisa. Sepanjang 2025, berbagai langkah penguatan telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan penyelenggaraan kegiatan usaha dalam valuta asing.
Upaya itu mencakup penguatan tata kelola, kesiapan operasional, pengembangan sistem, hingga pemenuhan aspek kepatuhan sesuai regulasi yang berlaku.
Sejalan dengan proses tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan kepada Bank Kalsel untuk melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing dengan sejumlah rekomendasi perbaikan yang harus ditindaklanjuti.
Saat ini Bank Kalsel terus melakukan penyempurnaan sesuai rekomendasi tersebut. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, layanan berbasis valuta asing akan dipasarkan secara bertahap kepada masyarakat.
Fachrudin menegaskan, status bank devisa akan membuka peluang lebih luas bagi Bank Kalsel untuk menjangkau layanan keuangan internasional.
“Kami ingin nasabah, terutama pelaku UMKM dan korporasi daerah, bisa mengakses layanan keuangan internasional seperti ekspor-impor, remitansi, hingga pembiayaan usaha berorientasi luar negeri tanpa harus bergantung pada bank besar di luar daerah,” ujarnya.









