bakabar.com, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan terus memperkuat pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok guna menjaga stabilitas inflasi daerah.
Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan pasar murah melalui perangkat daerah terkait.
Dijelaskan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, kondisi harga sejumlah komoditas masih relatif terkendali berdasarkan hasil pemantauan di pekan ketiga Juli 2026.
"Harga telur ayam ras, cabai rawit dan minyak goreng tidak mengalami kenaikan yang signifikan. (Harganya) masih berada di bawah harga acuan penjualan," jelas Eddy.
Meski demikian, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di pasar-pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap sesuai ketentuan.
Menurutnya, pengawasan diperlukan agar harga minyak goreng tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara harga cabai dan komoditas pangan lainnya tetap berada di bawah harga acuan penjualan yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalsel juga menyiapkan intervensi pasar melalui kegiatan pasar murah yang akan dilaksanakan oleh dinas perdagangan apabila diperlukan.
"Pelaksanaan pasar murah akan melihat titik-titik yang membutuhkan intervensi, sehingga kenaikan harga dapat ditekan dan tidak berdampak signifikan kepada masyarakat," paparnya.









