bakabar.com, BANJARMASIN – Penggunaan tes GeNose C19 sebagai alternatif skrining kesehatan akan diberlakukan di Kota Banjarmasin.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin tengah menyiapkan dana untuk membeli seperangkat alas tes GeNose C19 pada tahun ini, yakni sebanyak 15 alat tes.
"Kita rencanakan akan membeli GeNose C19 untuk Banjarmasin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi.
Untuk membeli satu alat tes GeNose C19, kata Machli, menghabiskan sekitar Rp 68 juta. Jumlah itu termasuk untuk membeli laptop yang diakui sebagai alat diagnosa Covid-19.
"Akan ditaruh di Puskesmas yang di Dinkes. Terutama yang Puskesmas BLUD supaya bisa dipakai," ucapnya.
Menurutnya alat GeNose C19 sangat efesien karena biaya penggunaanya relatif murah. Dilaporkan bahwa sekali memakai hanya butuh Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.
"Dan dalam waktu 20 menit, penegakan diagnosa sudah bisa dilakukan," pungkasnya.
Namun, lanjut Machli, alat GeNose C19 ini sebagai penumpang PCR yang dimiliki Pemkot Banjarmasin.
"Tidak hanya itu saja. Keduanya merupakan metode untuk diagnosa dengan akurasi yang diakui," tuturnya.