News

25 Tahun Bertahan, UCMAS Sempoa Sampit Akhirnya Miliki Gedung Sendiri

Setelah 25 tahun berdiri dan mendidik generasi muda, UCMAS Sempoa Sampit kini resmi memiliki gedung sendiri. 

Featured-Image
Peresmian gedung baru UCMAS Sempoa Sampit, yang turut dihadiri Wakil Bupati Kotim, Irawati. Senin (5/1/2026). Foto: bakabar.com/ Ilhamsyah Hadi

bakabar.com, SAMPIT - Perjalanan panjang penuh ketekunan akhirnya berbuah manis. Setelah 25 tahun berdiri dan mendidik generasi muda, UCMAS Sempoa Sampit kini resmi memiliki gedung sendiri. 

Sebuah pencapaian bersejarah yang bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang semangat, doa, dan keteguhan hati untuk terus bertahan.

Gedung baru Sempoa Sampit itu berdiri di Jalan Putir Busu, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng. 

Pembangunannya dilakukan secara mandiri dengan sistem kredit tanah selama lima tahun, berukuran 25 x 15 meter, dengan total biaya mencapai sekitar Rp800 juta untuk tanah dan bangunan.

Owner UCMAS Sempoa Sampit, Erni Susilawati, tak kuasa menyembunyikan rasa haru atas capaian tersebut. Ia menyebut, berdirinya gedung ini merupakan hasil dari doa panjang, dukungan banyak pihak, serta semangat untuk terus membawa nama Sampit dan Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.

“Pembangunan gedung ini berkat doa dan semangat dari pemerintah daerah. Dukungan moral itu yang membuat saya kuat bertahan selama 25 tahun dan bertekad membawa nama baik Sampit, Kalimantan Tengah, hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ujar Erni. Senin (5/1/2026).

Ia menegaskan, sejak awal berdiri pada tahun 2000, UCMAS Sempoa Sampit dibangun dengan prinsip kemandirian. Prinsip itulah yang membuat lembaga pendidikan ini tetap eksis dan kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Kita harus belajar mandiri agar Sempoa tetap ada, bertahan, dan kuat sampai kapan pun,” tegasnya.

Dengan hadirnya gedung baru, kenyamanan peserta didik menjadi prioritas utama. Seluruh fasilitas ditingkatkan, mulai dari ruang belajar ber-AC hingga peningkatan kualitas tenaga pengajar.

“Anak-anak akan belajar dengan lebih nyaman. Kualitas pengajar juga kami tingkatkan, karena standar kami adalah standar nasional dan internasional,” jelas Erni.

Ia juga menegaskan kebanggaannya bahwa Sempoa Sampit merupakan satu-satunya yang bertahan dan berkembang di Kalimantan.

“Palangka Raya tidak ada, Banjarmasin tidak ada, Pontianak tidak ada. Sampit harus kuat dan terus bertahan,” katanya.

Untuk agenda ke depan, Sempoa Sampit memilih fokus memperkuat internal pada 2026. Namun, pada 2027 mendatang, mereka siap kembali tampil di ajang nasional dan internasional, termasuk perebutan Piala Bupati Kotim ke-12 tahun 2027.

“Kami mohon doa dari semuanya,” pungkas Erni.

Gedung baru ini menjadi simbol bahwa mimpi yang diperjuangkan dengan kesabaran, doa, dan kerja keras, pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.

Editor


Komentar
Banner
Banner