Borneo Hits

Walhi Kalsel Kecam Kekerasan Terhadap Ojol Dilindas Mobil Rantis

Unjuk rasa oleh masyarakat di depan parlemen untuk mendesak pembubaran DPR RI berujung maut.

Featured-Image
Seorang driver ojek online di Jakarta tewas dilindas mobil rantis milik Brimob. Foto: istimewa

bakabar.com, BANJARBARU - Unjuk rasa oleh masyarakat di depan parlemen untuk mendesak pembubaran Dewan Perwalikan Rakyat (DPR) RI berujung maut.

Seorang ojek online bernama Affan Kurniawan, meninggal di lokasi unjuk rasa seusai dilindas mobil rantis milik Brimob Polda Metro Jaya.

Atas kejadian tersebut, para aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan turut buka bicara.

"Kami berdukacita atas meninggalnya Affan Kurniawan dan korban lainnya akibat kekerasan polisi," tutur Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Raden Rafiq dihubungi bakabar.com, Sabtu (30/8).

"Kami mengecam tindakan brutal dan kekerasan tersebut. Usut tuntas dan adii polisi brutal yang sebabkan luka-luka dan hilang nyawa," ketusnya.

Raden juga mendesak aparat penegak hukum agar segera membebaskan warga yang ditangkap saat aksi. anpa syarat.

Dia sangat menyesalkan apa yang terjadi di Jakarta, sebuah mobil kendaraan taktis polisi yang dibeli dari uang rakyat malah melindas warga negaranya sendiri hingga meninggal dunia.

Raden juga menyebut jika perbuatan ini bukan reformasi dan demokrasi yang dicita-citakan. Warga yang turun aksi itu sedang berpesta demokrasi untuk menanyakan kembali kebijakan pada wakil rakyat dan pejabatnya, yang mereka pilih saban lima tahun sekali.

Dijelaskan bahwa semestinya polisi tidak harus melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa.

"Seharusnya polisi yang mengantarkan pengunjuk rasa ke hadapan muka pejabat-pejabat yang mungkin sedang asik duduk-duduk menyaksikan warga dan polisi ricuh," ketusnya lagi.

Dalam kejadian ini yang merupakan pelanggaran HAM kepada warga negaranya, pemerintah (Presiden, DPR dan Kapolri) dianggap yang paling bertanggung jawab.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, driver ojol, Affan Kurniawan dihantam oleh mobil rantis. Setelah menabrak, mobil milik brimob itu langsung melindas tubuh Affan hingga tewas di lokasi.

Tujuh polisi yang berada di dalam mobil rantis tersebut kini sudah diamankan. Mereka adalah, Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y dan Bharaka D.

Ketujuh polisi tersebut saat ini tengah diperiksa oleh penyidik dari Propam Mabes Polri yang bekerja sama dengan Korps Brimob Polda Metro Jaya.

Editor


Komentar
Banner
Banner