bakabar.com, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkualitas melalui sektor pendidikan.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan dan Evaluasi Pembangunan Daerah yang digelar di Aula Sehati Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) HSS Suriani, dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan HSS Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS Ronaldy Prana Putra, tim pakar pendampingan dan evaluasi pembangunan daerah, Dewan Pendidikan HSS, para pengawas sekolah, kepala sekolah, organisasi profesi pendidikan, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Wabup HSS Suriani menegaskan bahwa pendampingan dan evaluasi merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, evaluasi berkala diperlukan untuk mengukur capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar pembangunan daerah semakin efektif.
"Pembangunan daerah pada hakikatnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program harus dievaluasi secara berkala agar kita mengetahui apa yang telah dicapai, memahami berbagai kendala yang dihadapi, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih tepat ke depan," ujar Suriani.
Ia menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas sekaligus menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi dari ruang-ruang kelas itulah lahir generasi yang akan melanjutkan pembangunan, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta membawa Kabupaten HSS menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing," katanya.
Suriani juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia menilai peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Tidak ada satu pihak yang mampu memajukan pendidikan sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, pengawas sekolah, dewan pendidikan, hingga masyarakat agar kualitas pendidikan kita terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan zaman," tegasnya.
Wakil Bupati berharap kegiatan pendampingan dan evaluasi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.









