bakabar.com, KANDANGAN – Festival Bamboo Rafting 2026 menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dari pembukaan Bazar UMKM dan Ekonomi Kreatif di Komplek Wisata Alam Roh 7, Loksado, Jumat (26/6/2026) yang menampilkan puluhan produk unggulan lokal Hulu Sungai Selatan (HSS).
Bazar tersebut dibuka langsung Ketua Dekranasda HSS sekaligus Ketua TP PKK HSS, Mustaidah Syafrudin Noor, didampingi Wakil Ketua Dekranasda HSS Misnawati Suriani.
Kegiatan juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) HSS, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan HSS, sejumlah perwakilan OPD, serta tamu dari luar daerah.
Bahkan, Kepala Disporapar Kabupaten Tanah Bumbu dan sejumlah duta wisata dari kabupaten tetangga turut hadir menyaksikan kemeriahan festival.
Dalam laporannya, Kepala Disporapar HSS Doddy Puryandhani menyampaikan bahwa Bazar UMKM dan Ekonomi Kreatif tahun ini diikuti 30 tenant yang menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten HSS dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
"Ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Kabupaten HSS dalam mendukung promosi dan pengembangan UMKM serta mendongkrak ekonomi kreatif berbasis keluarga," ujar Doddy.
Sementara itu, Ketua Dekranasda HSS Mustaidah menegaskan bahwa Festival Bamboo Rafting bukan sekadar agenda wisata tahunan, melainkan wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Ia mendorong para pelaku UMKM, khususnya di Kecamatan Loksado, agar terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
"Pelaku UMKM harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci agar produk lokal mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mustaidah juga menyoroti potensi bambu yang selama ini menjadi ikon wisata Loksado. Menurutnya, selain dimanfaatkan sebagai sarana wisata arung rakit bambu, komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah menjadi berbagai produk kreatif.
Ia mengapresiasi para perajin dan pelaku UMKM yang telah menghadirkan beragam inovasi berbahan dasar bambu, mulai dari anyaman, ukiran, hingga produk kerajinan bernilai jual.
"Terima kasih kepada para pelaku UMKM yang terus berinovasi. Berkat kreativitas yang dimiliki, bambu kini tidak hanya menjadi identitas wisata Loksado, tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.
Menutup sambutannya, Mustaidah menyampaikan apresiasi kepada Disporapar HSS, para pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap Bazar UMKM dan Ekonomi Kreatif dalam Festival Bamboo Rafting 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan wisata Loksado dan sekitarnya.









