Hot Borneo

Titik Rawan Karhutla di Banjarbaru, Bandara Syamsudin Noor Masuk Prioritas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru atensi ring 1 Bandara Syamsudin Noor.

bakabar.com, BANJARBARU - Termasuk titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bandara International Syamsudin Noor menjadi prioritas pengawasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru. 

Dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan, Banjarbaru termasuk paling awal dilanda karhutla.

Tercatat sejak awal 2023, lahan yang terbakar sudah seluas 93,7 hektare di Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang.

Kejadian paling parah terjadi sepanjang Juni 2023, karena luas area yang terbakar mencapai 65,6 hektare. 

Lantas agar tidak semakin menyebar dan menghambat banyak kegiatan, BPBD Kalsel mendirikan posko penanggulangan karhutla di Jalan Tegal Arum, atau dekat Bandara International Syamsudin Noor.

"Personel BPBD Banjarbaru telah bergabung di Posko Tegal Arum, mengingat kawasan bandara juga menjadi titik rawan karhutla," papar Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie, Senn (26/6).

"Selanjutnya mulai awal Juli 2023, BPBD Banjarbaru juga akan mendirikan posko di kawasan bandara," imbuhnya.

Adapun sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan jarang terjamah manusia. Imbasnya personel BPBD relawan pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api.

"Makanya dibutuhkan helikopter water boombing. Ini telah disampaikan dan disetujui BPBD Kalsel," jelas Zaini.

Namun demikian, belum diketahui jadwal pasti kedatangan dan jumlah helikopter water boombing yang akan dikerahkan.

"Selagi menunggu helikopter water boombing, helikopter patroli sudah didatangkan untuk memantau titik api melalui patroli udara," beber Zaini.

Sementara Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (AP I) Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahmad Zulfian Noor, memastikan penerbangan masih aman.

"Untuk sementara kondisi operasional berjalan normal dan penerbangan tidak terkendala," sahut Zulfian.

"Memang setiap pagi, kabut asap memenuhi kawasan bandara.  Namun jarak pandang masih aman dan kabut asap juga berangsur hilang ketika matahari muncul," pungkasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner