bakabar.com, JAKARTA – Mendidik anak dapat dilakukan dengan berbagai cara atau metode. Tiger Parenting menjadi metode pengasuhan yang dikenal ketat dan tegas.
Tiger parenting adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gaya orangtua yang sangat tegas, kritis, dan tuntutannya tinggi terhadap prestasi anak-anak mereka.
Melansir Very Well Family, metode Tiger Parenting mengacu pada pendekatan pengasuhan yang ketat dan berwibawa dengan tujuan membesarkan anak-anak yang berhasil. Ini seringkali berarti menghindari aktivitas menginap, berpesta, dan santai lainnya untuk fokus pada studi mereka.

Chua, yang menegaskan bahwa buku tersebut adalah memoar pribadinya dan bukan panduan pengasuhan, berbicara tentang pengalamannya menerapkan metode Tiger Parenting pada putrinya sendiri, serta perubahan yang dia alami sebagai seorang ibu setelah putrinya memberontak.
Manfaat Tiger Parenting
Selain itu, orang dewasa yang mengadopsi strategi Tiger Parenting merasa bahwa dengan menetapkan standar yang tinggi, mereka membantu mengakarakan etos kerja yang kuat pada anak-anak mereka. Pendekatan ini, secara ideal, dapat mendorong perkembangan disiplin diri yang seringkali berlanjut hingga masa dewasa.
Anak-anak yang dibesarkan dengan metode pengasuhan macan diberi pengajaran tentang pentingnya usaha keras sejak dini.
Meskipun Chua menggambarkan Tiger Parenting dalam bukunya sebagai sesuatu yang terutama bersifat tegas, penelitian menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk menerapkan strategi pengasuhan yang lebih positif di antara banyak praktisi Tiger Parenting. Ini mencakup memberikan dukungan dan kasih sayang, bukan hanya menekankan ketegasan.
Pada prinsipnya, anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang menggabungkan kedua aspek dalam pola Tiger Parenting ini diharapkan akan merasa didukung, meskipun mereka juga didorong untuk bekerja keras.
Risiko Tiger Parenting

Anak-anak yang dibesarkan dengan metode Tiger Parenting mungkin mengalami beberapa masalah harga diri karena tuntutan terus-menerus yang dibebankan kepada mereka. Mereka mungkin juga takut melakukan kesalahan atau mengecewakan orang tua jika mereka merasa tidak memenuhi standar mereka.
Metode Tiger Parenting, meskipun berintensi baik, dapat memiliki hasil yang bertentangan. Penelitian 2013 menunjukkan anak-anak dari pengasuhan harimau kurang sukses secara akademis dibandingkan dengan pengasuhan alternatif. Studi ini juga mencatat risiko peningkatan kecemasan dan depresi pada anak-anak yang dibesarkan dengan pendekatan ketat ini.