Peristiwa & Hukum

Tahanan di Tahti Polda Kalsel Diduga Dipukuli, Tulang Kering Remuk

Sejumlah tahanan di Direktorat Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) diduga mengalami kekerasan fisik oleh oknum polisi.

Featured-Image
Akibat kekerasan tersebut, tulang kering kaki bagian bawah lutut kiri FA remuk. Kakinya patah setelah dihantam benda keras jenis pentungan. Foto: Ilustrasi tahanan di sel penjara.

bakabar.com, BANJARMASIN - Sejumlah tahanan di Direktorat Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) diduga mengalami kekerasan fisik oleh oknum polisi.

Bahkan ada yang sampai mengalami cedera parah. Dua diantaranya patah kaki. Salah satunya dialami tersangka narkotika berinisial FA. 

Akibat kekerasan tersebut, tulang kering kaki bagian bawah lutut kiri FA remuk. Kakinya patah setelah dihantam benda keras jenis pentungan.

"Menurut pengakuannya dipukul dengan pentungan berwarna hitam,” ujar Kuasa Hukum FA, Arbain, Jumat (23/2).

Kasus ini diduga sempat ditutup-tutupi. Pasalnya itu terjadi pada Minggu 11 Februari 2024 lalu. Namun baru terbongkar sembilan hari pascakejadian. Tepatnya Selasa 20 Februari 2024. 

“Selasa kami baru tahu kejadian ini,” ungkap Arbain.

Ini diperkuat dengan pengakuan FA ke Arbain. Dimana setelah kejadian, FA bersama tahanan lain yang mengalami hal serupa dimasukkan ke ruang isolasi agar tak ketahuan tahanan lain.

“Klien saya menangis minta agar dipindah dari Tahti karena dia merasa ditekan dan tidak tahan dengan siksaan yang dialami," jelasnya.

Arbain bilang, akibat cedera parah tersebut FA harus menjalani operasi yang rencananya dilakukan hari ini. “Opersinya di RS Bhayangkara,” pungkas Arbain.

Dari informasi yang dihimpun, FA bukan satu-satunya tahanan yang mengalami cedera parah dalam kasus ini. Tahanan titipan dari Ditreskrimsus yang belum diketahui identitasnya juga mengalami patah kaki. Dimana bagian tempurung lututnya remuk setelah dihantam pentungan.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi belum dapat menjelaskan secara detail duduk perkara kasus ini. Termasuk penyebab hingga kekerasan itu hingga terjadi.

Adam bilang, bahwa pihaknya masih menggali informasi atas kejadian itu. “Masih saya cek. Saya cek dan pastikan dulu seperti apa,” ujarnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner