News

Soal Alquran Dibakar, Gus Yahya: Rasmus Paludan Orang Putus Asa

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) angkat bicara terkait aksi Rasmus Paludan

Featured-Image
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Foto-Net

bakabar.com, JAKARTA - Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) angkat bicara terkait aksi Rasmus Paludan, ekstremis sayap kanan, dan politisi rasialis Swedia-Denmark, yang kembali melakukan aksi membakar Alquran. Dia menilai Paludan hanya orang putus asa yang hilang akal karena melihat kekalahan tak terhindarkan dari kesombongan identitasnya sendiri.

"Whatever his cause is, it is doomed to fail. Mari kita teruskan saja duduk santai menikmati kesyahduan iman kita sendiri sambil menunggu Rasmus Paludan runtuh bersama segala cita-citanya atau dia insaf kemudian berbelok ke jalan yang benar," kata Gus Yahya dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari detikcom, Minggu (29/1).

Baca Juga: Dear Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul: Siapkan Payung, Siang/Sore Berpotensi Hujan

Pada Jumat kemarin Paludan kembali melakukan aksinya membakar salinan Alquran. Aksi pembakaran kitab suci umat Islam dilakukan di depan masjid serta Kedutaan Besar Turki di Kopenhagen, Denmark. Bahkan dia mengatakan bahwa di Denmark tidak ada tempat untuk berdirinya sebuah masjid.

"Masjid ini tidak punya tempat di Denmark," kata Paludan dalam siaran langsung di halaman Facebooknya.

Baca Juga: Martapura Banjir, Debit Air Meningkat Cepat

Menurut Gus Yahya, Alquran kitab suci umat Islam tidak sedikitpun menjadi hina karena dibakar oleh Paludan. Perbuatan Paludan justru akan sia-sia. Sebab, apabila dia bermaksud menjauhkan orang dari Alquran, perbuatan Paludan tersebut justru kian mendorong rasa penasaran mereka yang belum tahu isi Alquran.

Sementara jika pembakaran Alquran tersebut sebagai bentuk pelampiasan kemarahan kepada Turki, kata Gus Yahya, Alquran tidak menanggung apa pun yang menjadi tanggung jawab Turki. "Kalau dia bermaksud menyerukan agar Eropa kulit putih bersatu melawan Islam, perbuatannya justru memancing orang-orang Eropa dil uar kelompoknya untuk melawannya," kata Gus Yahya.

Editor


Komentar
Banner
Banner