bakabar.com, TANJUNG - Puluhan ibu-ibu di wilayah Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kini mempunyai keterampilan menjahit.
Hal itu setelah 10 hari lamanya mereka mengikuti arahan-arahan dari pelatih dan instruktur dari LPM Mabuun dan LPK Widia Media dari Desa Banyu Tajun di PMC Indor Futsal di Jalan Tanjung Selatan, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.
Kegiatan pelatihan tersebut digelar Kelurahan Mabuun untuk mendukung Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong yaitu Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil.
Lurah Mabuun, Baidawi, mengatakan, pelatihan keterampilan menjahit itu diikuti 20 ibu-ibu dari 23 RT di wilayahnya.
"Dipilihnya para ibu-ibu mengikuti pelatihan tersebut, di samping kaum perempuan lebih telaten tentu agar bisa membantu ekonomi keluarga masing-masing," katanya.
Lanjut Baidawi, para peserta mengikuti pelatihan selama 10 hari, dari 1 hingga 10 Mei 2026 dari LPM Mabuun, instruktur dari LPK Mabuun Widia Media dari Banyu Tajun.
"Usai menyelesaikan pelatihan, masing-masing peserta diberikan mesin jahit beserta kelengkapannya, baju kaus pelatihan, uang transportasi dari alokasi dana Kelurahan Mabuun dan sertifikat," ungkapnya.
Ke depan para peserta akan ditingkatkan lagi kemampuan mereka dengan pelatihan lanjutan.
"Nanti, jika ada alokasi dana untuk menggelar pelatihan, para peserta ini akan diikutkan kembali agar kemampuan mereka makin meningkat," terang Baidawi.
Sementara itu, Camat Murung Pudak, H Rony Saputra, mengapresiasi pelatihan keterampilan bagi para ibu-ibu tersebut. Ia juga berterima kasih kepada peserta yang sungguh-sungguh mau belajar.
"Dari awal pelatihan menjahit ini diikuti 20 orang, hingga hari terakhir pesertanya tetap 20. Ini artinya tidak ada yang mundur, dan tentu semuanya mempunyai semangat kemandirian yang kuat untuk maju," ucapnya, saat menutup pelatihan tersebut, Minggu (10/5/2026).
Menurut Rony, kegiatan yang digelar Kelurahan Mabuun ini selaras dengan Visi Misi Bupati Tabalong, yang di antaranya mencetak 15 ribu tenaga terampil.
"Kami berpesan, apa yang telah diajarkan instruktur dapat dikembangkan lebih baik lagi," ucapnya.
Rony bilang saat ini para peserta telah bisa membuat pakaian dari bahan kain polos. Ke depan diharapkan bisa membuatnya dari kain bermotif.
"Jadi saat pelatihan ini selesai, saya harap para peserta terus mengasah kemampuannya dan menggunakan peralatan yang diberikan dengan membuka wira usaha, minimal membuka jasa permak pakaian terlebih dahulu, agar bisa meningkatkan perekonomian keluarga," pintanya.
"Dalam membuka usaha bisa juga memanfaatkan teknologi untuk promosi di media sosial agar bisa meraih pasar yang lebih luas" tandas Rony.









