DPRD Kalsel

Sebelum Difungsikan, Komisi III DPRD Kalsel Cermati Kondisi Jembatan Alalak I

apahabar.com, BANJARMASIN – Digadang-gadang bakal memecahkan kemacetan dari Handil Bakti ke Banjarmasin, Jembatan Alalak I, atau…

Featured-Image
Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin Nizar berkomunikasi dengan rekannya membahas Jembatan Alalak I. Foto-Istimewa

bakabar.com, BANJARMASIN - Digadang-gadang bakal memecahkan kemacetan dari Handil Bakti ke Banjarmasin, Jembatan Alalak I, atau Jembatan Kayu Tangi Ujung akan difungsikan 15 April mendatang.

Saat rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kalsel dengan Dinas Perhubungan dan Balai Jalan wilayah Kalimantan, rencana bakal difungsikannya Jembatan Alalak I mengemuka.

“Terakhir kita lihat itu, ada penguatan jembatan oleh tim teknis pelaksanaan,” kata anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin Nizar, Kamis (1/4).

Sebelum difungsikan, ujarnya, jembatan kembali dites, untuk memastikan keamanan saat nanti dibuka. Aspal yang menutupi jembatan dikupas untuk mengurangi beban mati jembatan.

Jalan dari jembatan yang bergelombang akan diuruk batu, kemudian diratakan agar mempermudah kendaraan yang lewat.

“Kami minta jalan poryek yang dipakai nanti, juga diratakan,” ucap Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Fahrin juga menjelaskan, jembatan tidak akan dibuka selama 24 jam. Artinya jembatan itu difungsikan saat jam sibuk, seperti mereka yang berangkat ke kantor atau tempat kerja. Dan sore hari saat pulang.

Keputusan itu rupanya jalan tengah yang diambil oleh Dewan dan Balai jalan agar tidak mengganggu penyelesaian proyek jembatan yang baru.

“Yang boleh lewat cuma kendaraan pribadi, roda empat dan roda dua. Kendaraan angkutan tetap pakai Jembatan Alalak II,” ucapnya.

Sebelumnya, akibat terjangan kendaraan angkutan ringan dan berat Jalan Cemara Ujung Banjarmasin rusak parah, jalan bergelombang dan berlubang.

Akibatnya, para pengendara mesti mengurangi gas kendaraan saat melintas untuk memilih lajur yang tepat saat melintas. Bahkan beberapa kali ada truk yang terjebak, karena salah perhitungan. Karena itu lah muncul kemacetan hingga berjam-jam.

Tidak hanya menjadi perhatian DPRD Banjarmasin, jalan masuk itu juga mendapat atensi dari Komisi III DPRD Kalsel.

Komentar
Banner
Banner