bakabar.com, MARTAPURA - Sebanyak 214,5 hektare sawah di Banjar terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang datang lebih cepat.
Hingga 17 Juli 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan belum ada laporan puso atau gagal panen. Lahan terdampak tersebar di Kecamatan Beruntung Baru seluas 160 hektare, Martapura Barat 30 hektare, Martapura 21 hektare, dan Sungai Tabuk 3,5 hektare.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Banjar, Nurul Chatimah, menjelaskan kekeringan mengancam padi lokal yang memiliki masa tanam lebih panjang sehingga belum sempat dipanen saat kemarau tiba.
"Kami tidak mengkhawatirkan gagal panen, tetapi produksi menurun karena pengisian bulir tidak maksimal akibat kekurangan air," jelas Nurul.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, Dinas Pertanian mengoptimalkan 219 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani serta mengusulkan tambahan 225 unit pompa ke Kementerian Pertanian.
Petani juga diimbau menyesuaikan pola tanam dengan prakiraan musim agar risiko kerugian dapat ditekan.
Salah seorang petani di Kecamatan Gambut, Imran, mengaku sebagian lahan telah dipanen sebelum kemarau semakin panjang.
Meski demikian, keterbatasan pasokan air tetap memengaruhi kualitas gabah yang dihasilkan, "Panen sempat selesai sebelum kemarau parah, tetapi kualitas padi memang menurun karena air mulai berkurang saat pengisian bulir," papar Imran.









