bakabar.com, TANJUNG - Manajemen PT Air Minum Tabalong Bersinar (AMTB) terus menggenjot proses izin edar air minum dalam kemasan.
Terbaru, beberapa hari lalu PT AMTB telah menerima draf sertifikat SNI yang menjadi syarat untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum mengeluarkan izin edar.
"Semoga sertifikat Srandar Nasional Indonesia (SNI) senin ini sudah kami terima, selanjutnya kami serahkan ke BPOM di BPOM sendiri sebelumnya persyaratan lainnya sudah kami penuhi jadi sudah berproses, tinggal menunggu sertifikat SNI saja lagi, kata Plh Direktur PT AMTB, Anshari Fachmy, Jumat (24/7/2026).
Anshari bilang pihaknya juga telah berkomunikasi dengan BPOM, dan diusahakan dalam 1 minggu izin edar kemungkinan bisa keluar setelah sertifikat SNI terbit.
"Jika dalam minggu ini izin edar keluar, maka InsyaAllah pada awal-awal Agustus 2026 Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT AMTB sudah bisa di launching," ucapnya.
Anshari menjelaskan, saat ini sarana dan prasarana untuk memproduksi air minum dalam kemasan oleh PT AMTB telah siap, seperti sumber air dari mata air Mabai, Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya, botol kemasannya, packingnya, pabriknya dan lain sebagainya.
"Intinya kita sudah siap untuk memproduksi, kenapa saat ini belum memproduksi AMDK karena itu tadi, izin edar dari BPOM yang masih berproses," jelasnya.
"Kalau izin edar itu sudah keluar, hari ini pun langsung siap produksi karena kita sudah beberapa kali melakukan uji coba, sample juga kita kirim ke Surabaya, Alhamdulillah hasil-hasil dari uji coba itu memenuhi SNI," imbuh Anshari.
Kata Anshari, sebelumnya AMDK PT AMTB (Perseroda) diberi nama Smart Mineral, namun belakangan ada perubahan nama menjadi Sarabakawa Mineral.
"Sementara kita nantinya baru akan memproduksi air minum dalam kemasan botol 330 ml," pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Tabalong HM Noor Rifani, memberi atensi kepada Komisaris PT AMTB agar air minum dalam kemasan bisa produksi secepatnya.
"Bulan depan target ini saya minta sudah bisa berjalan, karena air minum dalam kemasan kita nantinya memudahkan warga di pedesaan, di kecamatan hingga kita di kabupaten memanfaatkan air minum Perseroda kita," katanya saat melantik Komisaris PT AMTB beberapa waktu lalu.
Selain itu, air minum dalam kemasan akan menhasilkan pendapatan yang luar biasanya nantinya.
"Orang dewasa di Tabalong sekitar 180 ribu jiwa dan membutuhkan air 1 liter per hari, kalau kita bisa ambil 100 ribu orang saja berapa pendapatan kita," jelasnya.






