Pemkab Banjar

Progres Bendungan Riam Kiwa, 80 Persen Lahannya Sudah Clear

Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar makin mendekati tahap eksekusi. Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemkab Banjar memastikan percepa

Featured-Image
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur saat rakor soal pembebasan lahan pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Foto-Diskominfo Banjar

bakabar.com, BANJARBARU - Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar makin mendekati tahap eksekusi. Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemkab Banjar memastikan percepatan proyek strategis itu terus berjalan, dengan 80 persen lahan disebut sudah clear and clean.

Itu terungkap usai rapat koordinasi percepatan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) pembangunan Bendungan Riam Kiwa digelar di Ruang Rapat H Maksit Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (11/5/2026).

Rapat dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekda Banjar Yudi Andrea, unsur Balai Wilayah Sungai (BWS), BPN, Kejati Kalsel hingga Tim Terpadu PDSK.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengapresiasi tahapan pembangunan bendungan yang dinilai terus menunjukkan progres positif. Pemkab Banjar juga telah menyepakati sejumlah poin penting terkait inventarisasi dan identifikasi lahan.

“Pemerintah daerah mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan agar proses menuju eksekusi bisa berjalan lancar,” ujar Saidi.

Menurutnya, Bendungan Riam Kiwa nantinya diharapkan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk sektor pertanian dan pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Banjar dan sekitarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menyebut seluruh pihak terkait sudah duduk bersama untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.

Ia mengatakan, sekitar 80 persen lahan telah berstatus clear and clean serta masyarakat sudah menyepakati ganti rugi tanam tumbuh.

“Dari BWS juga disampaikan anggaran sudah tersedia,” katanya.

Sedangkan 20 persen lahan sisanya akan diselesaikan bertahap sambil proses pembangunan berjalan.

Pemprov Kalsel pun menargetkan Bendungan Riam Kiwa dapat rampung pada 2028. Selain pengendalian banjir, bendungan ini juga diproyeksikan mendukung pertanian, perikanan hingga potensi pembangkit listrik.

Editor


Comment
Banner
Banner