bakabar.com, BANJARBARU - Setelah menetapkan siaga darurat kebakarab hutan dan lahan (karhutla) sejak 6 Juli 2026, Pemprov Kalimantan Selatan mendapatkan bantuan helikopter dan satu pesawat dari BNPB.
Rinciannya, satu helikopter patroli, satu pesawat patroli dan tiga helikopter water bombing.
Pengeoperasian helikopter partoli setidaknya 3 sampai 4 jam dalam sekali penerbangan. Adapun heli water bombing maksimal 3 jam terbang dalam sekali pengisian bahan bakar.
"Bantuan ini sudah kami terima sejak 14 Juli kemarin," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Minggu (26/7).
"Heli water bombing digunakan untuk memadamkan karhurla yang titik apinya sulit dijangkau melalui jalur darat," imbuhnya.
Sebelumnya Pemprov Kalsel juga mendapatkan bantuan dari BNPB berupaka pelaksanaan modifikasi cuaca. Tujuannya untuk melakukan hujan buatan, agar tinggi air permukaan di lahan gambut tetap normal.
Dalam pelaksanaannya, garam yang ditabur maksimal 1 ton dalam sekali terbang menggunakan pesawat Cessna Caravan.
Gerimis hingga hujan sedang pun terjadi di beberapa wilayah di Kalsel sejak beberapa waktu lalu.
Dari catatan BPBD Kalsel hingga 25 Juli 2026, luasan lahan terbakar sekitar 437,82 hektare dengan 161 kejadian. Adapun total titik panas atau hotspot sebanyak 1.172.
"Kami tidak pernah bosan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sebab akibatnya bisa sangat fatal," tutup Ronny.









