Pemkab Tabalong

Peringati HKN ke-79, Bupati H Fani Berharap Koperasi di Tabalong Tumbuh dan Berkembang

Bupati HM Noor Rifani menghadiri peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Tabalong yang digelar di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai.

Featured-Image
Bupati Tabalong HM Noor Rifani, didampingi Kepala DKUPP, Soleh, dan Camat Haruai, Aidy Risyawal, melihat-lihat galeri pertanian di Koperasi Konsumen Mandiri Guyub Bauntung yang baru diresmikan. Foto - bakabar.com/M Al Amin

bakabar.com, TANJUNG - Bupati HM Noor Rifani menghadiri peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Tabalong yang digelar di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai.

Pada kesempatan itu, ia berharap selain Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), koperasi konvensional di Bumi Sarabakawa bisa berdaya, tumbuh dan berkembang.

"Dengan berkembangnya koperasi bisa membantu ekonomi masyarakat maupun para anggotanya," katanya di sela-sela peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai, Kamis (23/7/2026).

Menurut H Fani, sebenarnya di Tabalong tidak perlu banyak koperasi konvensional, tetapi bagaimana 1 koperasi membackup anggotanya dan berkembang dengan pesat.

"Misalnya, koperasi yang menyediakan alat dan kebutuhan pertanian, jadi bersatulah para petani-petani membikin koperasi itu. Kemudian petani karet, maka bersatu juga membuat koperasi sehingga bisa berkembang dan membantu para anggotanya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindag Tabalong, Soleh, mengatakan, harusnya koperasi konvensional ini sudah maju selangkah dari KDMP.

"Koperasi konvensional ini kan sudah lama keberadaannya. Kami berharap 2 koperasi yang dibentuk ini menjadi contoh koperasi konvensional yang mandiri dan usaha-usahanya bisa dipertanggung jawabkan," ucapnya.

Menurut Soleh, selama ini kebanyakan koperasi itukan habis dibentuk tidak ada rapat anggota tahunan (RAT), tidak ada pertanggung jawaban keuangan.

"Jadi ke depan koperasi konvensional yang baru dibentuk akan banyak usaha-usahanya, seperti penyedia alat sarana produksi pertanian, ke depan juga akan mendistribusikan barang-barang kebutuhan rumah tangga," bebernya.

"Koperasi Guyub Bauntung ini juga sudah mempunyai e-katalog, jadi ke depan pemerintah daerah bisa memanfaatkan apa yang diusahakan koperasi ini," sambung Soleh.

Soleh juga mengungkapkan kondisi perkoperasian konvensional di daerah ini yang diibaratkan mati segan hidup pun tak mau.

"Rata-rata gitu ya, karena pengurus-pengurusnya ini ada yang pindah ada yang meninggal dan tidak ada melanjutkannya, jadi pertanggung jawaban keuangannya agak susah mempertanggung jawabkannya hingga terjadi stagnan di mana-mana," terangnya.

Kata Soleh pihaknya sudah mendata beberapa koperasi yang akan dibekukan, karena pengurusnya sudah tidak ada lagi sehingga memang kewajiban pihaknya untuk membekukannya.

"Kita akui banyak koperasi yang sudah tidak eksis lagi dan itu akan dibekukan. Dari banyaknya koperasi yang sudah tidak ada pengurusnya ada juga koperasi konvensional yang masih jalan dan bertumbuh," pungkas Soleh.

Editor


Comment
Banner
Banner