Peristiwa & Hukum

Percikan Air Picu Penganiayaan Maut di Kandangan HSS

Polres HSS mengungkap kronologi dan motif kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Ganda, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan.

Featured-Image
Konferensi pers ungkap kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Ganda, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan. Foto-Humas Polres HSS

bakabar.com, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) mengungkap kronologi dan motif kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Ganda, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan. 

Insiden tragis tersebut terjadi pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 01.00 WITA di pinggir jalan dekat angkringan tempat tersangka berdagang.

Kapolres HSS Awaluddin Syam menjelaskan bahwa pelaku berinisial MR (21) diduga melakukan penusukan terhadap korban atas nama M Yusuf Habibie, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurut Kapolres, peristiwa bermula ketika korban melintas menggunakan sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi. Di lokasi terdapat genangan air, sehingga percikan air menyambar ke arah angkringan tempat tersangka berjualan.

“Tersangka merasa kesal dan tersinggung akibat percikan air tersebut, sehingga memanggil korban. Korban kemudian menghampirinya,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan itu memicu keributan. Tersangka yang sudah emosi kemudian menusuk korban menggunakan sebilah senjata tajam. Korban mengalami luka di bagian pinggang kiri, lengan kiri, dan kaki sebelum akhirnya dilerai warga sekitar.

“Setelah kejadian, tersangka melarikan diri ke rumah temannya,” tambah Kapolres.

Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Kandangan Kota bersama Satreskrim Polres HSS bergerak cepat melakukan penyisiran dan pengejaran. Dibantu Unit Narkoba dan Intelkam, tersangka akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

“Berkat kerja cepat dan koordinasi anggota Polsek Kandangan Kota, Satreskrim, serta dukungan dari unit lainnya, tersangka berhasil diamankan,” tegas Kapolres.

AKBP Awaluddin Syam mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Kendalikan emosi serta jaga sikap agar tidak terjadi permasalahan yang berujung pada tindakan kekerasan. Kami minta jangan membawa ataupun menggunakan senjata tajam tanpa alasan yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner