Hot Borneo

Penggerebekan Maut di Banjar, Dua Anggota Polres Banjarbaru Diperiksa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalsel akhirnya buka suara soal penggerebekan maut di Gang Bina Remaja, Desa…

Featured-Image
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i. Foto-apahabar.com/Bani

bakabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalsel akhirnya buka suara soal penggerebekan maut di Gang Bina Remaja, Desa Jawa Laut, Martapura, Kabupaten Banjar.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i membenarkan atas kejadian tersebut. Saat ini kasusnya tengah ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan atauBidpropam.

“Kedua anggota yang terlibat sedang diperiksa Propam,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i tanpa menyebut inisialnya, Rabu (6/4).

Penggerebekan maut yang berujung pada tewasnya Yurdiansyah (45) merupakan pengembangan kasus narkoba yang ditangani Satres Narkoba Polres Banjarbaru.

“1 April ada dua tersangka yang ditangkap, B dan S. Hasil pengembangan 3 April dilakukan penangkapan terhadap tersangka MS. MS mengaku dapat barang dari S (inisial Yurdiansyah alias Iyur). Itu pengembangan,” jelasnya.

Pada Minggu (3/4) malam itulah penggerebekan maut itu terjadi. Iyur dinyatakan tewas setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Timah panas bersarang di tubuhnya.

Kombes Rifa’i beralasan dua anggota itu terpaksa mengambil tindakan tegas karena korban melawan saat penggerebekan terjadi.

“Saat petugas mau memasuki rumah itu ada perlawanan. Korban membawa sebilah parang untuk melawan. Dengan refleks anggota saat terdesak melumpuhkan. Tembakan di kaki,” kalim Kombes Rifa’i.

Pernyataan Rifa’i soal sasaran tembak berbeda dengan pihak keluarga Iyur. Mereka meyakini Iyur tak hanya mengalami luka tembak di kaki.

Saat jenazah Iyur dibawa ke rumah, mereka menemukan ada lima lubang di tubuhnya. Diyakini itu merupakan luka tembak. Dua di bagian dada, satu di perut, dan dua lagi di kaki paha kiri dan kanan.

Tak hanya itu, dari keterangan saksi keluarga juga menyatakan bahwa Iyur juga sempat ditabrak menggunakan motor, serta diseret dari halaman rumah sampai depan gang.

Lantas bagaimana dengan itu? Rifa’i belum berani memberikan keterangan yang jelas. Kendati demikian dari keterangan sementara yang diterima ada empat kali tembakan yang dilepaskan saat penggerebekan.

“Nanti Propam yang menindak lanjuti hasil penyelidikan. Mana yang benar dari masyarakat, saksi keluarga atau anggota kita. Nanti akan disampaikan kembali,” ucapnya.

“Kalau soal ditembak di dada, nanti hasil visum akan menunjukkan. Nanti kita sampaikan. Nanti itu Propam yang menyampaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rifa’i memastikan bahwa Polda akan bersikap profesional dalam menangani kasus ini. Jika memang ada terjadi pelanggaran SOP yang dilakukan tentunya sanksi tegas bakal diberikan terhadap anggota.

“Namun demikian jika ada ditemukan kesalahan prosedur dari anggota akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

KronologisPenyergapan Maut di Martapura: Ditabrak, Lalu Diseret, Iyur Tewas Ditembak

Komentar
Banner
Banner