bakabar.com, BANJAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mulai menyiapkan fondasi pembangunan berbasis data. Melalui Sensus Ekonomi 2026, seluruh aktivitas usaha mulai dari toko besar hingga UMKM online bakal didata demi memetakan potensi ekonomi daerah secara lebih akurat.
Data itu berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar. Mereka akan mendata seluruh kegiatan usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, termasuk usaha digital dan pelaku UMKM berbasis online.
Langkah itu dinilai penting untuk mendukung arah pembangunan Kabupaten Banjar agar lebih tepat sasaran, terutama dalam pengembangan ekonomi daerah dan pemberdayaan pelaku usaha.
Kepala BPS Kabupaten Banjar Roy Suryanto mengatakan, sensus kali ini berbeda dibanding tahun 2016 karena tidak hanya menyasar usaha yang memiliki lokasi fisik, tetapi juga usaha berbasis platform digital.
“Seluruh usaha akan kami data, termasuk usaha online yang tidak memiliki bangunan fisik. Ini penting agar potensi ekonomi daerah bisa tergambar secara utuh,” ujarnya saat membuka FGD Standar Pelayanan Publik di Aula BPS Martapura, Kamis (7/5/2026).
Menurut Roy, data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, penguatan UMKM hingga investasi daerah.
Pendataan dilakukan melalui beberapa metode, mulai blasting email untuk perusahaan besar hingga pendataan door to door kepada pelaku usaha menengah, kecil dan rumah tangga usaha.
BPS juga akan melakukan penelusuran usaha online melalui berbagai platform digital dan media sosial untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat.
“Kami ingin menghasilkan data yang akurat agar pembangunan daerah benar-benar berbasis kondisi riil di lapangan,” katanya.
Sebanyak 559 petugas akan diterjunkan dalam sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Selain memperkuat basis data ekonomi, pelaksanaan sensus juga membuka peluang keterlibatan masyarakat dan mahasiswa sebagai petugas lapangan melalui proses rekrutmen terbuka.
FGD tersebut turut dihadiri sejumlah OPD, perguruan tinggi, organisasi usaha hingga pelaku industri di Kabupaten Banjar.










