News

Panen Melimpah, Cadangan Jagung Pemerintah di Kotim-Seruyan Capai 24,5 Ton

Hingga akhir Mei 2026, Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur mencatat serapan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) telah mencapai 24.571 kilogram.

Featured-Image
Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Kotim, M Fuad Azwar, saat menerima penyerahan hasil panen jagung program CJP oleh Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain. Foto: Istimewa

bakabar.com, SAMPIT - Hasil panen jagung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, Kalteng, mulai memperkuat cadangan pangan pemerintah. 

Hingga akhir Mei 2026, Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur mencatat serapan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) telah mencapai 24.571 kilogram atau sekitar 24,5 ton, dengan potensi terus bertambah seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah.

Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Kotim, Muhammad Fuad Azwar, mengatakan dari total serapan tersebut, sebanyak 17.563 kilogram berasal dari Kotim dan 7.008 kilogram dari Kabupaten Seruyan.

"Per akhir Mei, serapan cadangan jagung pemerintah di Kotim sudah mencapai 17.563 kilogram dan di Seruyan 7.008 kilogram. Totalnya 24.571 kilogram. Ini masih terus bertambah karena hasil panen terbaru masih dalam proses penjemuran," ujarnya. Jumat (5/6/2026).

Serapan jagung tersebut didominasi hasil panen petani di wilayah Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, Baamang, Ketapang hingga kawasan hulu lainnya.

Produksi meningkat berkat program tumpang sari jagung yang dijalankan petani bersama perusahaan perkebunan di lahan sawit.

Program tersebut juga mendapat pendampingan dari kepolisian melalui jajaran Polres setempat sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Fuad menjelaskan, jagung yang diserap pemerintah tidak hanya menjadi cadangan pangan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak. 

Bahkan sebagian stok yang terkumpul di Kalimantan Tengah akan segera dikirim ke Kalimantan Selatan. Pengiriman dilakukan setelah adanya permintaan dari asosiasi peternak di Kalimantan Selatan yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan jagung.

"Ada permintaan dari asosiasi peternak di Kalimantan Selatan. Karena stok di Bulog Kalsel terbatas, maka sebagian pasokan akan diambil dari Kalimantan Tengah. Saat ini kami sedang mempersiapkan pengiriman," katanya.

Menurutnya, distribusi tersebut juga akan memberikan manfaat tidak langsung bagi peternak di Kalimantan Tengah karena sebagian besar pakan ternak yang digunakan selama ini diproduksi oleh industri pakan di Kalimantan Selatan.

Selain melakukan penyerapan hasil panen jagung, Bulog Sampit juga terus menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat. 

Realisasi penyaluran di Kotim saat ini telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen, dengan fokus distribusi ke wilayah utara seperti Kecamatan Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telawang, dan Telaga Antang.

Sebanyak 37.754 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan beras masing-masing 20 kilogram untuk alokasi dua bulan.

Di tengah meningkatnya aktivitas penyaluran bantuan pangan dan serapan hasil pertanian, Bulog memastikan ketersediaan stok beras tetap aman. 

Saat ini cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog Kotim mencapai lebih dari 8.000 ton, sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Kotim hingga akhir tahun 2026.

Editor


Comment
Banner
Banner