bakabar.com, BANJARMASIN - Tradisi pemotongan hewan kurban di Masjid Al Jihad pada momentum Iduladha 1447 Hijriah berlangsung berbeda, Kamis (28/5/2026).
Selain menggunakan alat bantu berbahan besi untuk mempercepat proses penyembelihan, panitia juga menerapkan konsep ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah hingga pembagian daging kurban.
Alat bantu berbahan besi tersebut dimanfaatkan untuk memudahkan proses pemotongan hewan kurban. Hewan terlebih dahulu digiring menuju lokasi penyembelihan sebelum diproses oleh panitia.
Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, H Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya turut memperhatikan dampak lingkungan selama proses pemotongan berlangsung. Setelah disembelih, limbah hewan kurban langsung dikumpulkan dan dibersihkan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Kita ramah lingkungan. Kita untuk menimbang darah sapi itu, kita kumpulkan, bersihkan lalu membuang. Jangan sampai itu mencemari lingkungan,” ujarnya.
Pada Iduladha tahun ini, Masjid Al Jihad memotong sebanyak 112 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari kepercayaan masyarakat Banjarmasin yang menitipkan kurbannya melalui masjid.
Menurut Taufik, pihaknya juga memastikan kualitas hewan kurban tetap terjaga dengan memilih sapi yang sehat dan berkualitas.
“Kita mencari sapi pun berkualitas, kita mencari yang gemuk, sehat dan kotorannya itu tidak berbau,” ucapnya.
Tak hanya saat proses penyembelihan, konsep ramah lingkungan juga diterapkan ketika pembagian daging kurban. Panitia menggunakan bakul purun dan kain sebagai wadah pembagian untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Total yang kita bagikan ada 1600 sampai 2600,” pungkasnya.









