DPRD Kalsel

Ketua Fraksi PKB Kalsel Tekankan Pemahaman Musrenbang, Banjir Dinilai Butuh Penanganan Luar Biasa

Suripno Sumas, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme perencanaan pembangunan melalui Musrenbang.

Featured-Image
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas. Foto: Humas

bakabar.com, BANJARMASIN – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme perencanaan pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) agar usulan warga tidak gugur dalam proses penganggaran.

Hal tersebut disampaikan Suripno dalam kegiatan sosialisasi perencanaan penyusunan anggaran nasional yang diikuti tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, sosialisasi difokuskan pada pemahaman ketentuan dan regulasi, mulai dari perencanaan pembangunan tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

"Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang alur perencanaan pembangunan melalui musrenbang di setiap tingkatan,” ujar Suripno.

Ia menyebutkan, masih banyak usulan masyarakat yang tidak terakomodasi karena kurangnya pemahaman terhadap prosedur yang berlaku. Akibatnya, usulan kerap gugur di tingkat kecamatan atau kabupaten/kota dan menimbulkan kekecewaan di masyarakat.

Suripno menegaskan, usulan pembangunan harus dimulai dari bawah melalui musyawarah warga di tingkat RT atau RW, kemudian dibahas berjenjang hingga tingkat kabupaten/kota.
“Ketidaktahuan terhadap alur ini sering menjadi penyebab utama usulan tidak terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Sugiarto Sumas, menilai banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel saat ini tergolong luar biasa dan memerlukan penanganan yang juga luar biasa.

Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat besarnya volume air dari hulu yang datang dalam waktu singkat dan bertemu dengan kondisi pasang, sehingga menyebabkan permukaan air naik dan merendam rumah warga.

“Meski banjir di Kalsel umumnya tidak bersifat bandang dan naik perlahan, dampaknya tetap signifikan karena banyak rumah warga terendam,” ujarnya.

Sugiarto menambahkan, mengingat kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu, penanganan dan peningkatan bantuan sangat memungkinkan dilakukan, termasuk dalam tahun anggaran yang sama.

"Saat ini Gubernur tengah menyiapkan langkah-langkah sesuai dengan ketersediaan anggaran untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner