Pemkab HSS

Kembangkan Kerajinan Bambu, Kemenperin Dampingi 30 Pelaku IKM di HSS

Pemkab HSS mendorong pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal melalui pendampingan pengembangan sentra IKM kerajinan bambu.

Featured-Image
pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal melalui pPendampingan pengembangan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan bambu di Kabupaten HSS. Foto-Dinas Kominfo HSS

bakabar.com, KANDANGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) mendorong pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal melalui pendampingan pengembangan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan bambu yang digelar Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Hotel Qianna Inn Kandangan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang diikuti 30 pelaku IKM dari Sentra Bambu Sehati Kabupaten HSS tersebut dibuka langsung oleh Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Budi Setiawan.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati (Wabup) HSS Suriani bersama Ketua Dekranasda Kabupaten HSS Mustaidah Syafrudin Noor, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan HSS, serta Camat Loksado.

Wabup HSS Suriani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian RI yang telah memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan sektor IKM di daerah, khususnya kerajinan berbahan baku bambu yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten HSS.

Menurutnya, keberadaan bambu yang melimpah di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Loksado dan sekitarnya, merupakan modal besar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

"Potensi bambu yang dimiliki Kabupaten HSS sangat besar. Jika dikelola dengan baik melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk, kerajinan bambu dapat menjadi sumber ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Suriani.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para pelaku IKM, mulai dari pengembangan desain produk, inovasi, peningkatan kualitas, hingga perluasan akses pemasaran.

Karena itu, pendampingan yang diberikan Kementerian Perindustrian dinilai sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kami berharap melalui kegiatan ini para pelaku IKM memperoleh wawasan baru, keterampilan yang lebih baik, serta mampu menghasilkan produk yang inovatif dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga regional bahkan nasional," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda HSS Mustaidah Syafrudin Noor menilai pendampingan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas usaha yang mereka jalankan.

Menurutnya, pengembangan sektor kerajinan tidak hanya bergantung pada keterampilan produksi, tetapi juga kemampuan membaca kebutuhan pasar dan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

"Kami berharap para pelaku IKM dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, mulai dari pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, manajemen usaha hingga pemasaran berbasis digital," kata Mustaidah.

Ia juga optimistis kerajinan bambu asal Hulu Sungai Selatan memiliki peluang besar untuk berkembang karena memiliki karakteristik dan nilai budaya yang kuat sebagai identitas daerah.

Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi pendampingan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan usaha.

Editor


Comment
Banner
Banner