bakabar.com, KOTABARU - Kapal nelayan bernama Mega Harapan mengalami kecelakaan dan dinyatakan tenggelam di perairan laut Desa Labuan Mas. Pulau Laut Selatan. Kotabaru, Selasa (16/6) sekira pukul 09.00 Wita.
Kapal tersebut membawa tujuh awak kapal. Satu kapten dan enam ABK (anak buah kapal). Kapten kapal, Muhamad Alwi (40) dinyatakan meninggal dunia, sementara satu ABK Gilang (23) dinyatakan hilang akibat kecelakaan tersebut.
Adapun lima AKB lainnya, Bahruddin (43), M Soleh (26), Alimuddin (40), Usman (34) dinyatakan selamat. “Iya mas ada satu ABK yang meninggal,” ujar Humas Basarnas Banjarmasin, Pram, membenarkan kecelakaan tersebut saat dikonfirmasi.
Video detik-detik proses evakuasi para korban oleh nelayan lokal lain pun beredar di grup-grup WhatsApp. Dalam video berdurasi 11 detik itu, para korban tampak terobang ambing di laut lepas. Mereka berusaha bertahan di atas puing-puing pecahan kapal yang sudah terbelah dua.
Dalam rekaman video itu, pengambil gambar menyampaikan terkait perihal kecelakaan yang dialami kapal Mega Harapan tersebut. “Korban kecelakaan na, perenggek abu-abu na, ditabrak Pelni,” demikian seperti dalam rekaman.
Dari informasi yang dihimpun bakabar.com, kapal Mega Harapan mengalami kecelakaan di perairan Desa Labuan Mas saat berlayar dari arah pulau Samber Gelap menuju Desa Tanjung Serudung.
Kapal nelayan tersebut hancur dan tenggelam setelah diduga ditabrak kapal penumpang dengan ciri-ciri berwarna putih biru. Kendati demikian, dari lima korban yang selamat tak melihat persis detik-detik kecelakaan.
Pasalnya, saat kejadian empat dari korban selamat dalam kondidi tidur semntara satu memasak. Para korban sabar telah terjadi kecelakaan saat sudah mengapung di air dan kondisi kapal sudah terbelah menjadi dua bagian.
Proses pencarian terhadap ABK yang hilang pun masih terus dilakukan. “Kami koordinasikan dengan rekan-rekan di pos Kotabaru. Nanti kami update, tim kami masih koordinasi sama pihak potensi,” kata Pram.




