Hot Borneo

Kabar Baik, Angka Pengangguran di Banua Menurun

Meski sempat bertambah pada 2021 lalu, tahun ini jumlah pengangguran di Banua berkurang sekitar 5,9 ribu.

Featured-Image
Angka pengangguran di Kalsel berkurang. Foto-UGM

bakabar.com, BANJARBARU - Meski sempat bertambah pada 2021 lalu, tahun ini jumlah pengangguran di Banua berkurang 5,9 ribu.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah, mengatakan dari 2,2 juta orang angkatan kerja di Banua, sudah ada 2,09 juta yang bekerja. Sedangkan sisanya, 104.025 orang masih menganggur.

Angka ini turun dibandingkan Agustus 2021. Saat itu pengangguran mencapai 109.968. "Ini seiring bertambahnya jumlah penduduk di Kalsel," kaya Yos, Senin (14/11).

Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja, dengan umur di atas 15 tahun, mengalami tren peningkatan. Pada Agustus 2022, ada 3,25 juta orang yang masuk usia kerja. Artinya angka itu naik 46,8 ribu orang dibandingkan Agustus 2021.

Kenaikan ini, kata Yos, masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang naik sebanyak 50,1 ribu orang (Agustus 2020 hingga Agustus 2021).

Dia mengatakan sebagian besar atau 67,55 persen penduduk usia kerja saat ini masuk kategori angkatan kerja, sementara sisanya bukan angkatan kerja.

Dibandingkan dengan Agustus 2021, jumlah angkatan kerja turun 23,1 ribu orang. "Sedangkan penduduk bukan angkatan kerja mengalami peningkatan dari 70 ribu orang menjadi 1,06 juta orang," katanya.

Lebih jauh dia memaparkan tiga lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja paling banyak yakni pertanian sebesar 32,41 persen, perdagangan 25,87 persen, dan jasa kemasyarakatan 16,74 persen. Data ini diambil berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2022.

Kemudian, tiga sektor lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar yaitu pertambangan (16,5 ribu orang), lembaga keuangan (13,0 ribu orang) dan konstruksi (8,7 ribu orang).

Dia juga menyampaikan ada tiga lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja paling besar yakni perdagangan (31,7 ribu orang atau 1,29 persen poin), industri (22,8 ribu orang atau 1,01 persen poin), dan transportasi (14,4 ribu orang atau 0,65 persen poin).

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan tahun depan Pemprov Kalsel memerlukan kegiatan yang sifatnya memulihkan kondisi sosial ekonomi, pasca-pandemi. 

"Karena pandemi Covid-19 membuat munculnya permasalahan sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran," katanya dalam Musrenbang RKPD Kalsel 2023, April tadi.

Dia meminta prioritas pembangunan berpihak untuk rakyat. Baik di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun sektor lainnya yang berhubungan dengan hajat hidup masyarakat.

Sahbirin menyebut sebagian pembangunan yang anggarannya digunakan untuk penanggulangan corona akan ditata kembali pada tahun depan.

"Mendorong investasi pada 2023 sangat kita perlukan. Kita harus bangkit. Kita dorong para pemilik modal berinvestasi di Kalsel, sehingga perekonomian di daerah bisa tumbuh dan stabil kembali," tandasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner