Jelang Nataru

Jelang Nataru, Sejumlah PO di Magelang Mulai Siapkan Armada

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) sudah melakukan sejumlah persiapan menjelang arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Featured-Image
Suasana keramaian penumpang bus di Terminal Tidar, Kamis (7/12), (Apahabar.com/Arimbi)

bakabar.com, MAGELANG - Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) sudah melakukan sejumlah persiapan menjelang arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Komisaris PO Bus Sentosa, Rendy Handana Putra Sani memastikan persiapan armada dengan melakukan kontrol AC. Termasuk di antaranya juga memastikan semua pengemudi bus dalam keadaan sehat selama mengemudi saat libur Nataru.

"Saat ini kami tinggal menunggu jumlah okupansinya, karena untuk angka pasti belum bisa diprediksi," katanya saat ditemui bakabar.com, Jumat (8/12).

Baca Juga: Menhub: Pemudik Nataru 2023 Meningkat, Yogyakarta Destinasi Favorit

Rendy menuturkan pihaknya telah menyiagakan 30 armada aktif dengan berbagai rute. Terlebih, arus mudik Nataru diprediksi bakal mulai naik di kisaran tanggal 18 Desember 2023.

Meski demikian, sejumlah PO sudah mengalami kenaikan harga mulai 15 Desember 2023. Sebab, jumlah penumpang bus secara keseluruhan sudah mengalami kenaikan dibanding pada masa Covid-19.

"Jika dibandingkan okupansi 2016, masih jauh lebih buruk 2023, tetapi ini lebih baik daripada saat pandemi," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kemenhub Siapkan 80 Armada untuk Mudik Gratis

Meski begitu, Rendy menerangkan jumlah pengguna bus pada 2023 tidak terlalu banyak. Sebab, masyarakat pengguna bus saat ini banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

"Sekarang sudah banyak tol, jalanan halus, dan daya beli masyarakat juga menurun," imbuhnya.

Di sisi lain, harga tiket bus juga terus mengalami kenaikan signifikan yang berpengaruh pada minat masyarakat.

Baca Juga: Strategi Kapolri Antisipasi Lonjakan Kendaraan Selama Nataru 2023

Harga tiket pada masa pandemi Rp 165.000, sedangkan pada 2023 mencapai Rp 225.000 hingga Rp 300.000.

Kenaikan harga tiket terpaksa dilakukan sejumlah PO bus guna meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan permintaan masyarakat.

"Masyarakat terus menuntut pelayanan terbaik, maka kami membuat fasilitas sleeper, double dekker dan yang lain, itu semua memerlukan biaya yang tidak sedikit," pungkasnya.

Editor


Komentar
Banner
Banner