News

Ironi Hardiknas! Ribuan Anak di Banjarmasin Putus Sekolah

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Banjarmasin kian ironi.

Featured-Image
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Banjarmasin kian ironi. Foto: Bahaudin Qusairi

bakabar.com, BANJARMASIN - Masih tinginya anak putus sekolah pantas jadi sorotan di balik perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei.

Di Banjarmasin misalnya, berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan (Disdik) tercatat 2.526 anak usia sekolah yang putus sekolah.

Anak putus sekolah di jenjang SMA sederajat sekitar 1.069 orang. Tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat 720 anak, dan SMP sederajat 737 anak.

Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari berharap peringatan Hardiknas setiap tahun jangan cuma dirayakan secara seremoni belaka.

Menurutnya titik berat adalah evaluasi pelaksanaan pendidikan.

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah apapun faktornya. Karena setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang berguna pengembangan potensi, minat dan bakat. Sebab mereka nantinya menjadi penerus bangsa,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia menyebutkan perlu dicarikan solusinya oleh pemerintah baik daerah atupun pusat.

Ia berharap pemerintah lebih gencar lagi menggelontorkan bantuan dana pendidikan, seperti beasiswa bagi anak dari golongan masyarakat miskin.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir menyebut perlu adanya penyuluhan dari pemerintah daerah kepada masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting untuk masa depan anak-anak.

“Sehingga para orang tua bisa membina dan mengarahkan anak-anak untuk tetap berkeinginan masuk sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia meminta Disdik Banjarmasin lebih meningkatkan mutu materi pendidikan kepada anak-anak tingkat PAUD, supaya sudah punya bayangan akan pentingnya sekolah tersebut.

“Yang kami tahu bahwa sekolah itu semua gratis, jadi sebenarnya apa persolannnya dengan anak-anak sampai tidak sekolah,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini.

Editor


Komentar
Banner
Banner