Kriminalitas Kalsel

Horor Motif Gengster Bersajam di Banjarbaru Kalsel

Sekelompok gengster jalanan bersenjata tajam menyerang orang-orang di Banjarbaru, Kalsel. Seperti apa motifnya?

Featured-Image
Sejumlah anggota geng alias gengster asal Banjar diamankan kepolisian Banjarbaru.

bakabar.com, BANJARBARU - Sekelompok gengster jalanan bersajam menyerang orang-orang di Banjarbaru, Kalsel. Seperti apa motifnya?

Polisi sudah turun tangan menyelisik motifnya. Sebelum itu sebanyak 15 pelaku berhasil digelandang ke Mapolres Banjarbaru. Mereka mayoritas masih remaja. Bahkan sebagian di bawah umur. 

"Pelaku ini kami aman setelah menyelidiki dari media sosial yang beredar," kata Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri Muhammad, Rabu (6/12).

Baca Juga: Viral Kawanan Gengster Bersajam di Jakut, Rampas Motor Pasutri

Para gengster ini kerap saling serang dengan anggota geng kelompok lain. Senin malam 4 Desember, misalnya, bentrok antargeng tersebut menimbulkan korban. Satu orang terkena bacokan parang. 

"Kami belum bisa memastikan apakah dia memang korban atau termasuk gengster juga. Karena masih proses penyidikan," papar Zuhri.

Oleh polisi, para pelaku digiring ke meja interogasi. Hasilnya mereka mengaku melancarkan aksinya hanya untuk sekadar gagah-gagahan.

Zuhri mengimbau para pelaku gengster lain segera menyerahkan diri. Sebelum aparat bertindak tegas.

Putus Sekolah

Kalsel
Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Foto: bakabar.com/Hasan

Rabu (6/12) dini hari itu polisi menggelar operasi anti-gengster. Sebanyak 15 remaja diamankan. Barang buktinya parang, pisau, samurai sampai celurit. Rupanya sebagian besar gengster asal Kabupaten Banjar ini masih di bawah umur.

"Paling rendah ada anak berusia 13 tahun, ada 9 anak di bawah umur," kata Zuhri.

Mayoritas mereka anak putus sekolah. Polisi bilang mereka kurang kasih sayang keluarga. Karenanya, jerat pasal kepada para bocah itu masih ditimbang-timbang polisi. Apakah diversi atau pengalihan hukuman atau pidana umum.

"Ya motifnya hanya untuk sekadar gagah-gagahan," ulang Zuhri.

Editor
Komentar
Banner
Banner