bakabar.com, BANJARMASIN – Panitia pelaksana Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, bertepatan dengan 27 Syaban.
Ketua Umum Majta Banjarmasin, Muhammad Nidauddin, mengatakan sebagian besar persiapan telah rampung. Mulai dari koordinasi lintas instansi hingga perencanaan teknis di lapangan. Saat ini, panitia memfokuskan perhatian pada detail pengamanan serta rekayasa arus jemaah.
“Secara umum persiapan sudah sekitar 90 persen. Tinggal pematangan teknis di lapangan, terutama pengaturan jalur, parkir, dan pengamanan jemaah,” ujar Nidauddin.
Untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan haul, panitia juga melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, termasuk Sekretaris Daerah dan sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan.
Koordinasi tersebut mencakup dukungan layanan kesehatan, pengamanan, hingga penataan kawasan pusat kegiatan. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah penutupan sementara area kubah bagi peziarah umum untuk kepentingan sterilisasi dan persiapan teknis.
“Kubah akan ditutup untuk ziarah umum mulai H-1, Jumat 13 Februari 2026 pukul 18.00 Wita. Jadi mulai malam Sabtu sudah tidak ada lagi ziarah umum karena fokus pada persiapan haul,” jelasnya.
Nidauddin menambahkan, antusiasme jemaah tahun ini diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jemaah diprediksi tidak hanya datang dari Banjarmasin dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan hingga luar provinsi.
“Biasanya jemaah datang dari Amuntai, Barabai, bahkan ada yang dari Kalimantan Tengah. Mereka sudah mulai berkoordinasi dengan panitia melalui pembagian zona, terutama untuk kebutuhan lahan parkir,” ungkapnya.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, panitia menyiapkan pemetaan jalur masuk dan keluar kawasan haul guna mencegah penumpukan massa. Pengaturan zona parkir juga menjadi prioritas untuk menampung ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami ingin memastikan jemaah dapat datang dan mengikuti haul dengan aman dan nyaman. Karena itu, pengamanan jalur dan jemaah menjadi fokus utama,” pungkas Nidauddin.









