bakabar.com, BANJARBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus kematian Juwita.
Juwita merupakan jurnalis perempuan yang bertugas di Banjarbaru-Banjar. "Kami juga mengapresiasi profesionalitas Lanal Balikpapan yang turut mengusut kasus ini dengan cepat," papar Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, Kamis (27/3).
"Tindakan tegas aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum dan keadilan," tambahnya.
PWI Kalsel mendukung penuh upaya pengusutan kasus ini secara transparan dan profesional. Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum harus terus dijaga.
Demikian pula yang disampaikan Sekretaris PWI Banjarbaru, Zepi Alayubi. Dia bilang proses hukum harus berjalan baik dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
"Kami menekankan pentingnya peran pers dalam mengawal jalannya proses hukum demi menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat," singkat Zepi.
Misteri kematian wartawati Juwita setelah Komandan Polisi Militer Lanal Balikpapan Mayor Laut (PM) Ronald L. Ganap angkat bicara.
Juwita didiga dibunuh oleh calon suami yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) Balikpapan, Kalimatan Timur.
Terduga pelaku pembunuhan Juwita berisial J (23). Dia sudah bertugas di angkatan laut selama empat tahun.
Sekarang J telah diamankan di markas Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Balikpapan dan sudah berstatus sebagai tersangka.
"Kami memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Ronald.
Sebagai bentuk tanggung jawab institusi, TNI AL turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bahwa tidak ada upaya menutupi kasus ini.
"Kami juga memohon maaf atas kejadian ini dan memastikan, bahwa jika terbukti bersalah, tersangka akan menerima sanksi serta hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku," tutup Ronald.