bakabar.com, BALANGAN – Laga final turnamen sepak bola Bupati Balangan Cup 2026 antara Batumandi melawan Lampihong yang digelar di Lapangan Martasura, Paringin, Rabu (22/4/2026), berakhir dengan catatan kelam. Selain dimenangkan oleh Batumandi dengan skor tipis 1-0, pertandingan ini ternoda oleh aksi anarkis suporter yang memicu kericuhan hingga berujung pada pemukulan terhadap salah satu hakim garis.
Kemenangan Batumandi sebenarnya tercipta lewat permainan yang cukup sengit. Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan dicetak oleh Iwan Pamungkas pada menit ke-52 melalui tandukan kepala yang berhasil menembus gawang lawan. Keunggulan ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai.
Namun, drama terjadi menyusul keputusan wasit yang menganulir gol penyama kedudukan yang dicetak oleh tim Lampihong. Gol tersebut dibatalkan karena salah satu pemain dinilai sudah berada dalam posisi offside. Keputusan kontroversial ini langsung memicu kemarahan besar dari para pemain Lampihong dan ribuan pendukung yang hadir di tribun.
Ketidakpuasan terhadap keputusan wasit membuat suasana semakin memanas. Sejumlah oknum suporter tidak dapat menahan emosi dan mencoba merangsek masuk ke area lapangan permainan. Kondisi yang mulai tidak kondusif ini memaksa wasit harus menghentikan pertandingan sementara waktu hingga petugas keamanan berhasil mengendalikan situasi agar laga bisa dilanjutkan.
Sayangnya, ketegangan tidak mereda meski pertandingan telah usai. Saat para perangkat pertandingan, termasuk wasit dan hakim garis, hendak meninggalkan lapangan menuju ruang ganti, mereka justru dihadang oleh sekelompok massa yang masih merasa kecewa.
Terjadi kontak fisik yang tak terhindarkan dalam insiden tersebut. Salah seorang hakim garis menjadi korban kekerasan saat menerima pukulan atau bogem mentah tepat di bagian wajah oleh oknum penonton. Beruntung, keamanan segera bertindak cepat untuk mengamankan tim wasit dari amukan massa.
Insiden ini tentu menjadi catatan kelam bagi dunia persepakbolaan di daerah tersebut. Padahal, turnamen Bupati Balangan Cup 2026 ini digagas sebagai ajang silaturahmi dan pesta olahraga yang positif bagi masyarakat.
Kepala Bidang Daya Saing Keolahragaan Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balangan, Melda Risda Elfa menyampaikan secara terpisah, kami sangat menyesalkan dan mengecam keras peristiwa yang terjadi kemarin. Pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan, persaudaraan, dan penanaman nilai sportivitas, namun ternoda oleh aksi anarkis yang tidak pantas terjadi .
Kami memahami bahwa emosi bisa memuncak saat pertandingan berlangsung, terutama ketika ada keputusan wasit yang dianggap tidak adil. Namun, cara mengekspresikan kekecewaan haruslah dengan cara yang bijak dan sesuai aturan, bukan dengan melakukan kekerasan atau merusak fasilitas. Peristiwa di mana oknum suporter masuk ke lapangan dan bahkan melakukan kekerasan terhadap petugas pertandingan adalah hal yang sangat serius dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara dan kepolisian. Ke depannya, kami akan memperketat pengamanan, meningkatkan sosialisasi tentang etika dan tata tertib menonton pertandingan, serta memastikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan, agar olahraga di daerah kita tetap berkembang dengan sehat dan positif."
Merespons kejadian ini, pihak penyelenggara menyatakan kekecewaannya dan mengaku akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. "Kami akan mengevaluasi semua aspek, terutama terkait sistem pengamanan yang dinilai masih kurang maksimal dalam menjaga keamanan. Ke depannya, kami juga akan lebih selektif dalam menentukan perangkat pertandingan demi mencegah hal serupa terulang lagi," ujar perwakilan panitia yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Tidak lupa, Melda juga mengucapkan selamat kepada Juara Bupati Cup, yaitu Kecamatan Batu mandi karena telah memberikan pertandingan sangat baik, "Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada tim Batu Mandi yang telah berhasil menjadi juara Bupati Cup tahun ini . Kemenangan ini tentu bukan hal yang mudah, melainkan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kerja sama tim yang solid selama turnamen berlangsung".
Prestasi yang diraih ini membuktikan bahwa potensi olahraga di daerah kita sangat besar dan terus berkembang. Kami berharap Batu Mandi bisa mempertahankan semangat dan kualitas permainan ini, serta menjadi inspirasi bagi tim-tim lain dan generasi muda untuk terus berprestasi.
Kami juga berterima kasih kepada semua tim yang telah berpartisipasi, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara ini. Semoga Bupati Cup ke depannya bisa menjadi ajang yang lebih baik, lebih aman, dan semakin memajukan dunia olahraga di wilayah kita."
Dengan hasil ini, Batumandi resmi mengangkat trofi juara Bupati Balangan Cup 2026, namun kemenangan tersebut terasa kurang manis karena harus diiringi dengan insiden kekerasan yang merusak citra olahraga prestasi.







