Pemprov Kalsel

Enam Langkah Strategis Kalsel Kendalikan PMK

Seiring dengan terwujudnya zero case Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemprov Kalsel terus melakukan koordinasi dan sinergi yang kokoh.

Featured-Image
Ilustrasi pengendalian PMK di Kalsel terus dilakukan. Foto-CNN Indonesia

bakabar.com, BANJARBARU - Seiring dengan terwujudnya zero case Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemprov Kalsel terus melakukan koordinasi dan sinergi yang kokoh.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi mengatakan, pengendalian PMK dilakukan melalui enam langkah strategis.

Yaitu penguatan surveilans, percepatan vaksinasi, pengendalian lalu lintas Hewan Rentan PMK (HRP), percepatan pendataan dan penandaan HRP, peningkatan Biosekuriti dan pelaksanaan KIE.

"Juga koordinasi serta evaluasi," kata Suparmi, Senin (5/12).

Hal ini kata dia, sesuai arahan gubernur untuk menindaklanjuti kasus PMK di Banua. Saat ini papar Suparmi, sudah menunjukkan tren penurunan atau nol kasus.

"Dan Kalsel masuk kategori provinsi Zero Reported Case,” imbuhnya.

Suparmi menyampaikan, salah satu strategi yang mendorong terkendalinya PMK di Kalsel adalah pelaksanaan vaksinasi pada HRP. 

Dijelaskan, realisasi vaksinasi PMK yang dilaksanakan sejak 24 Juni sampai 3 Desember telah mencapai sebanyak 69.368 dosis atau 56,3 persen dari total vaksin yang telah dialokasikan oleh Kementerian Pertanian RI yaitu sebanyak 123.200 dosis dan telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota se-Kalsel.

Selain itu, Suparmi menyebut, untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi PMK juga diperlukan langkah-langkah lainnya.

Yaitu meningkatkan kesadaran peternak melalui komunikasi, informasi dan edukasi, meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM atau vaksinator.

Serta menurunkan tim satgas provinsi untuk monitoring vaksinasi PMK pada wilayah dengan target cukup besar. Seperti Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu, memfasilitasi portable yard untuk handling ternak-ternak sapi.

Lalu melakukan vaksinasi PMK pada semua ternak yang masuk ke Kalsel, dan melakukan monitoring titer antibodi post vaksinasi.

Baca Juga: UMP Kalsel Rp3,1 Juta, Legislator: Perekonomian Mulai Membaik

Editor


Komentar
Banner
Banner