Hot Borneo

Empat Jam Masih Berkobar, Pangkalan Gas Melon Balikpapan Barat Ikut Terbakar

apahabar.com, BALIKPAPAN – Peristiwa kebakaran yang terjadi di RT 18, Kelurahan Marga Sari, Balikpapan Barat pada…

Featured-Image
Situasi kebakaran di lokasi RT 18 Pandan Sari, Balikpapan Barat. Apahabar.com / Riyadi

bakabar.com, BALIKPAPAN - Peristiwa kebakaran yang terjadi di RT 18, Kelurahan Marga Sari, Balikpapan Barat pada Rabu (7/9) cukup membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan. Pasalnya hingga empat jam lamanya api masih terus berkobar.

Pantauan media ini, sejak pukul 14.40 wita hingga pukul 18.20 wita api masih menyala di pemukiman padat penduduk. Unit pemadam kebakaran silih berganti melakukan penyemprotan dibantu jajaran Brimob Polda Kaltim, Pertamina Hulu Mahakam, PDAM, dan relawan.

Kejadian kebakaran tersebut berlangsung cukup cepat. Api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang berada ditengah-tengah pemukiman padat penduduk serta rumah dan toko (ruko) itu. Lantaran bahan bangunan didominasi oleh kayu, api pun cepat membesar dan menghanguskan rumah bangunan yang ada di sekitarnya.

"Api pertama itu dari rumah yang di dalam situ, tiba-tiba besar terus makin lama malah meluas ke depan sini. Di dalam itu soalnya bangunan kayu, terus disini juga ada bangunan lama," kata Irwan, salah seorang warga sekitar.

Api juga meluas ke deretan ruko. Dagangan serta perabotan pemilik usaha pun ikut ludes dilalap si jago merah tersebut. Bahkan salah satu usaha pangkalan elpiji warga ikut hangus terbakar. Sehingga api masih menyala di lokasi pangkalan elpiji tersebut.

"Agak lama pemadamannya karena materialnya ada gudang elpiji, kain dan sebagainya. Terus ada bengkel dan toko kain disampingnya, jadi agak lama pemadamannya. Tadi ada beberapa yang meledak (elpiji)," ungkap Silvia Rahmadania, Kepala BPBD Kota Balikpapan ditemui di lokasi kejadian.

Petugas pemadaman sedikit terhambat karena banyaknya warga yang menonton, ditambah akses pemukiman yang sempit. Sehingga proses pengisian air dari unit pendulang dengan unit pemadaman terhambat.

"Unit yang turun ada 18 dari seluruh UPTD. Kendalanya disini karena banyak warga yang menonton sama aksesnya yang sempit. Jadi mau isi air itu terhambat," ujar Silvia.

Sementara itu Camat Balikpapan Barat, Muhammad Arif Fadillah mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban. Namun saat ini belum bisa dipastikan secara keseluruhan lantaran kebakaran masih berlangsung.

"Belum tahu, karena ini kan masih berlangsung. Yang jelas ini pemukiman padat penduduk. Untuk jumlah rumahnya juga belum tahu, tapi lokasi yang terbakar itu di RT 18 dan RT 20," tandasnya.



Komentar
Banner
Banner