Pemkab Tala

DP2KBP3A Tala Ajak Perempuan Sosialisasikan  Pencegahan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak.

Featured-Image
Pahimah Pelaksana tugas ( Plt)  Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak  pada DP2KBP3A Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Foto: Pemkab Tala

bakabar.com, PELAIHARI - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP2KBP3A) Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, belum lama ini telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan penanganan kekerasan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang. 

Hal tersebut dikatakan oleh Pahimah Pelaksana tugas ( Plt)  Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak  pada DP2KBP3A. Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, dari SKPD terkait yang ada hubungan dengan penangan dan pencegahan.  

Selain itu kata Pahimah, pihaknya melibatkan organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Tujuannya apa didapat informasi penangan dan pencegahan kekerasan perempuan dan anak bisa disampaikan langsung ke organisasi. 

“Sosialisasi pencegahan penanganan kekerasan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang untuk memberikan pembekalan kepada organisasi perempuan, supaya cepat memberikan informasi saat terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak,” katanya. Senin ( 5/2/2024).

Ia menambahkan, narasumber yang hadir pada saat sosialisasi dari Psikologi UIN Antasari Banjarmasin, memberikan pembekalan dan penanganan  bilamana terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak, cara  menerima laporan dari masyarakat dan membantu korban kekerasan dengan psikologi awal.

Pahimah mengatakan, dalam minggu ini pihaknya akan menggelar pelatihan keterampilan perempuan, yakni membuat batik sasirangan bertempat di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin. Direncanakan   2024 ini  desa tersebut dijadikan menjadi desa tim peningkatan kualitas keluarga. 

Menurutnya, kasus kekerasan perempuan yang  terjadi selama ini adalah kekerasan pada rumah tangga, dengan berbagai kasus dialami korban,  seperti kekerasan fisik, tekanan psikologis dan masalah ekonomi. 

“Di awal tahun ini kami menangani kekerasan yang membuat korban kondisi psikologis tertekan,”ucapnya.

Pahimah melanjutkan, kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Tanah Laut selama tahun 2023 cukup meningkat. 21 kasus kekerasan terhadap perempuan, 41 kasus kekerasan terhadap anak. 

Dimana sebelumnya angka kekerasan terhadap anak 30 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan 10 kasus.

Pahimah berharap, upaya menekan terjadinya kekerasan perempuan dan anak, ada kerjasama dengan lintas sektor. Dimana terjadi kekerasan kepada anak kasus pelecehan seksual, kebanyakan  pelaku adalah orang paling dekat dengan korban. 

“Pelaku kekerasan anak adalah orang dekat , paling banyak dilakukan oleh  bapak tiri korban. Inilah pentingnya perlindungan dan kepedulian terhadap anak agar tidak menjadi korban perlu   ditingkatkan dari  keluarga, masyarakat dan  tingkat pemerintah daerah,”pungkasnya.

Editor
Komentar
Banner
Banner