bakabar.com, BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Dexlite untuk armada truk sampah menyusul lonjakan harga yang signifikan.
Harga Dexlite yang kini menembus Rp27.150 per liter—naik dari sebelumnya Rp24.650 dan jauh dari Rp14.800—mendorong DLH mengevaluasi jatah BBM harian setiap armada.
Kepala DLH Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengungkapkan pihaknya telah menggelar evaluasi bersama para pengemudi truk sampah guna mencari skema penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.
Dari hasil diskusi, disepakati penyesuaian konsumsi Dexlite dari sebelumnya 40 liter menjadi 25 liter per armada per hari. Namun, para pengemudi masih mengusulkan tambahan sekitar 5 liter sehingga total menjadi 30 liter per hari.
“Hal itu memang belum kami sampaikan ke pimpinan, nanti akan diputuskan seperti apa. Namun setidaknya sudah ada kesepahaman awal,” ujarnya.
Sebagai bentuk kompensasi, DLH juga mempertimbangkan penyesuaian upah harian bagi para driver, dengan tambahan sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per orang.
Meski begitu, Ichrom menegaskan langkah tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi target efisiensi yang diharapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, jika penghematan 15 liter per truk bisa diterapkan pada sekitar 83 armada setiap hari, maka potensi penghematan dalam jangka panjang sangat besar.
“Kalau kita hitung per hari, per bulan, hingga setahun, penghematannya bisa mencapai miliaran rupiah, bahkan lebih dari Rp8 miliar,” jelasnya.
Ia optimistis jatah 25 liter per armada sebenarnya cukup untuk operasional harian, selama dibarengi kedisiplinan dan kesadaran pengemudi dalam penggunaan BBM.
Ichrom juga berharap para driver dapat memahami kondisi keuangan daerah di tengah kenaikan harga BBM yang cukup tinggi.
Selain efisiensi BBM, DLH turut menerima berbagai rekomendasi lain untuk menekan biaya operasional, seperti pengaturan jadwal servis berkala, penggantian oli, serta perawatan ringan seperti penanganan ban bocor yang nantinya dapat diklaim guna mendukung kelancaran operasional armada.



